Kementerian Ekonomi Kreatif menaruh perhatian khusus pada proses penyempurnaan chattra—mahkota berbentuk payung yang akan dipasang di puncak stupa utama Candi Borobudur. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar meninjau langsung pengerjaan elemen penting tersebut di Studio Patung Yusman, Selasa, 14 April 2026.
Dalam kunjungan itu, Irene menyebut pengerjaan chattra bukan sekadar proyek artistik, melainkan simbol pertemuan antara tradisi, keahlian, dan identitas bangsa. “Ini bukan hanya karya seni, tetapi bagian dari upaya menjaga marwah sejarah sekaligus memperkuat posisi budaya Indonesia di mata dunia,” ujarnya.
Studio Patung Yusman dipilih karena rekam jejaknya dalam menangani karya monumental berskala nasional. Proyek ini dinilai krusial lantaran chattra menjadi elemen penyempurna struktur Borobudur sebagai ikon warisan dunia yang sarat nilai spiritual dan historis.
Irene menyoroti tingkat presisi tinggi yang dibutuhkan dalam proses pengerjaan. Menurut dia, detail teknis dan ketelitian menjadi bukti bahwa sumber daya manusia di subsektor seni patung memiliki standar yang mampu bersaing secara internasional.
Pendiri studio, Yusman, menjelaskan bahwa pengerjaan chattra mengacu pada temuan arkeologis sekaligus mempertimbangkan aspek ketahanan material. Ia menyebut proyek ini sebagai amanah besar bagi timnya.
“Kami berupaya menjaga akurasi historis sekaligus memastikan kekuatan struktur. Dukungan pemerintah memberi kepercayaan diri bagi kami untuk terus berkarya,” kata Yusman.
Kementerian Ekonomi Kreatif melihat proyek ini sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Selain memperkaya nilai budaya Borobudur, pengerjaan chattra juga membuka peluang ekonomi bagi perajin dan tenaga kerja lokal di Yogyakarta.
Penyelesaian mahkota stupa tersebut diharapkan tak hanya menambah daya tarik destinasi, tetapi juga menjadi penanda bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pelaku seni mampu melahirkan karya yang berakar pada tradisi sekaligus relevan di panggung global.





