YOGYAKARTA – Penyelenggaraan perdana INACRAFT Festival Yogyakarta 2026 mencatat capaian di atas ekspektasi. Hingga Sabtu malam, 18 Juli 2026, jumlah pengunjung yang memadati Jogja Expo Center (JEC) mencapai sekitar 34.000 orang, melampaui target awal sebanyak 25.000 pengunjung selama lima hari penyelenggaraan.
Event Organizer Feraco menyebut lonjakan jumlah pengunjung tersebut menjadi indikator tingginya antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan INACRAFT di luar Jakarta untuk pertama kalinya. Capaian itu bahkan telah melampaui target ketika pameran masih menyisakan satu hari penyelenggaraan.
INACRAFT Festival Yogyakarta 2026 berlangsung pada 15–19 Juli 2026 dengan menghadirkan 250 peserta pameran dari berbagai daerah di Indonesia. Mengusung filosofi Jawa Hamemayu Hayuning Bawana dan tema Craft Your Culture, festival ini menjadi tonggak baru pengembangan industri kriya nasional melalui perpaduan perdagangan, budaya, pariwisata, dan promosi internasional.
Festival secara resmi dibuka oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang menilai industri kerajinan bukan semata produk ekonomi, melainkan media diplomasi budaya yang mampu memperkenalkan identitas Indonesia kepada dunia.
Penyelenggaraan perdana di Yogyakarta juga mendapat dukungan Bank Mandiri sebagai sponsor utama. Selain menghadirkan sistem pembayaran digital melalui EDC, QRIS, dan Livin’ Merchant, bank pelat merah tersebut juga menggelar berbagai program edukasi bisnis, digitalisasi UMKM, hingga promosi transaksi nontunai selama pameran berlangsung.
Tingginya jumlah pengunjung berdampak langsung terhadap aktivitas transaksi di area pameran. Sejumlah tenant mengaku mengalami peningkatan penjualan, bahkan beberapa di antaranya hampir kehabisan stok menjelang hari penutupan.
Antusiasme itu juga dirasakan para pengunjung. Mutiara, seorang kreator konten asal Yogyakarta, mengaku mengetahui penyelenggaraan INACRAFT Festival setelah berulang kali melihat konten pameran tersebut muncul di media sosial.
“Ini pertama kali saya datang. Barang-barangnya bagus-bagus semua, sampai jadi kalap belanja,” ujarnya.
Sebagai pencinta barang antik dan produk kerajinan, Mutiara menilai kualitas produk yang dipamerkan sangat beragam, mulai dari wastra, aksesori, hingga produk dekorasi rumah hasil karya perajin dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara ASEAN.

Salah satu stan yang menjadi tujuan utamanya adalah produsen batik asal Solo yang selama ini hanya dikenalnya melalui platform belanja daring. Menurut dia, kehadiran INACRAFT di Yogyakarta memberi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat kualitas produk secara langsung sebelum membeli.
Ia berharap penyelenggaraan INACRAFT Festival dapat menjadi agenda rutin di Yogyakarta. Menurutnya, kota ini memiliki komunitas pencinta kriya, barang antik, dan produk budaya yang besar sehingga layak menjadi salah satu pusat penyelenggaraan pameran kerajinan nasional.
“Kalau disuruh kasih nilai dari satu sampai sepuluh, saya kasih 9,8,” katanya.
Lonjakan jumlah pengunjung hingga melampaui target menunjukkan bahwa konsep festival yang memadukan pameran dagang, wisata budaya, dan pengalaman kreatif mendapat respons positif dari masyarakat. Bagi penyelenggara, keberhasilan penyelenggaraan perdana di Yogyakarta menjadi modal penting untuk memperluas penyelenggaraan INACRAFT ke berbagai daerah lain di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Yogyakarta sebagai salah satu pusat industri kriya dan ekonomi kreatif nasional.





