• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft Yogyakarta 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Business

Government Procurement Forum & Expo 2026 Digelar di Yogyakarta, Dorong Pengadaan Transparan dan Berkelanjutan

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
August 5, 2026
in Business, Event
0
Government Procurement Forum & Expo 2026 Digelar di Yogyakarta, Dorong Pengadaan Transparan dan Berkelanjutan
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
YOGYAKARTA – Government Procurement Forum & Expo (GPFE) 2026 resmi dibuka di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Rabu, 5 Agustus 2026. Memasuki penyelenggaraan yang ke-11, ajang ini kembali menjadi forum dan pameran pengadaan barang dan jasa pemerintah terbesar di Indonesia yang mempertemukan instansi pemerintah dengan pelaku usaha nasional.

Selama tiga hari pelaksanaan, GPFE 2026 menghadirkan berbagai agenda, mulai dari pameran business-to-government (B2G), business matching, seminar, diskusi panel, hingga lokakarya. Seluruh rangkaian kegiatan diarahkan untuk mendorong efisiensi belanja pemerintah, mempercepat transformasi digital sistem pengadaan, serta memperkuat penggunaan produk dalam negeri.

Forum ini dirancang sebagai ekosistem terpadu yang mempertemukan kebutuhan instansi pemerintah dengan solusi inovatif dari para penyedia barang dan jasa terbaik di Indonesia. Melalui forum tersebut, pengadaan pemerintah diharapkan mampu mendukung prioritas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, khususnya di sektor ketahanan pangan, energi, dan penguatan ekonomi nasional.

Direktur Feraco Event Organizer, Moch. Ruslim, mengatakan penyelenggaraan GPFE yang memasuki tahun ke-11 bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bentuk komitmen berkelanjutan untuk membangun ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah yang semakin transparan, akuntabel, efisien, dan inklusif.

“Selama lebih dari satu dekade, pameran dan forum ini telah menjadi ruang strategis yang menjembatani pemerintah sebagai pembeli dengan pelaku usaha nasional sebagai penyedia,” kata Ruslim saat pembukaan acara.

GPFE menjadi wadah untuk mempertemukan kebutuhan pemerintah dengan inovasi yang dikembangkan pelaku usaha. Karena itu, ia berharap forum ini tidak hanya melahirkan diskusi yang konstruktif, tetapi juga menghasilkan kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan antara instansi pemerintah dan peserta pameran.

“Kami berharap kesempatan ini dimanfaatkan untuk saling berbagi pengetahuan, memperluas jejaring, dan menemukan inovasi produk maupun jasa terbaik yang mampu menjawab kebutuhan pengadaan publik,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Transformasi Pengadaan Digital Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Patria Susantosa, menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa kini memiliki peran strategis sebagai ujung tombak keberhasilan berbagai program prioritas pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Pengadaan barang dan jasa tidak lagi diposisikan sebagai proses administratif belaka, melainkan instrumen strategis penentu keberhasilan pembangunan nasional, mendorong kemandirian industri, serta mempercepat inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Patria.

LKPP mendorong seluruh instansi pemerintah mempercepat transisi dari digitalisasi parsial menuju pengadaan digital secara menyeluruh. Dengan pemanfaatan data yang terintegrasi secara real time, proses pengambilan kebijakan pengadaan dapat dilakukan lebih akurat, mulai dari analisis belanja (spending analysis), penilaian rekam jejak penyedia, hingga penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

Patria menambahkan, LKPP juga tengah menyempurnakan proses bisnis e-Katalog melalui pengembangan Master Product. Langkah tersebut ditujukan untuk mewujudkan sistem pengadaan yang lebih cepat, lebih tepat, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pemerintah maupun masyarakat.

Pada pembukaan acara, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah DIY Rosdiana Puji Lestari membacakan sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang berhalangan hadir.

Dalam sambutannya, Sri Sultan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah merupakan instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi daerah, bukan sekadar proses administratif. Menurut dia, setiap belanja pemerintah harus memberi manfaat bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Sultan juga menegaskan komitmen DIY sebagai pelopor pengadaan barang dan jasa berkelanjutan dengan mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam sistem belanja pemerintah. Saat ini, Pemerintah Daerah DIY tengah menyusun Petunjuk Teknis Pengadaan Barang/Jasa Berkelanjutan 2026–2027 untuk memastikan kebijakan tersebut menjadi bagian dari tata kelola pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Penyelenggaraan Government Procurement Forum & Expo 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat sistem pengadaan nasional yang lebih modern, efisien, transparan, dan berkelanjutan.

Selain menjadi ajang promosi berbagai solusi pengadaan, forum ini juga diharapkan melahirkan kerja sama konkret yang mampu meningkatkan kualitas belanja pemerintah sebagai salah satu penggerak utama pembangunan nasional dan daerah

Tags: FeracoLKPPPengadaan
Previous Post

Maestro Seni Rupa Indonesia Nasirun Tutup Usia

Next Post

Menafsir Ulang Primbon Jawa Lewat Instalasi Interaktif Sri Hardana

Next Post
Menafsir Ulang Primbon Jawa Lewat Instalasi Interaktif Sri Hardana

Menafsir Ulang Primbon Jawa Lewat Instalasi Interaktif Sri Hardana

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo