Produk kerajinan tak lagi hanya bersaing di etalase toko atau ruang pamer. Perubahan perilaku konsumen membawa persaingan itu ke layar ponsel, tempat produk ditemukan, diperkenalkan, dan dibeli. Bagi pelaku usaha kriya, kemampuan masuk ke ekosistem digital kini menjadi bagian dari upaya memperluas pasar.
Peluang itu menjadi salah satu fokus kegiatan “Waktunya Start Go Digital” yang digelar BPD Asosiasi Eksportir dan Pengusaha Handicraft Indonesia (ASEPHI) Sumut dan TikTok Shop Tokopedia di Fave Hotel Medan, Kamis, 3 September 2026. Sebanyak 108 peserta terdaftar mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian road to INACRAFT Oktober 2026.
Pelatihan yang diikuti anggota BPD ASEPHI Sumut dan UMKM lokal tersebut menghadirkan narasumber Surya Sastriando selaku Education Specialist Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekjen BPP ASEPHI, Azis Bakhtiar; Ketua Dewan Pertimbangan BPD ASEPHI Sumut, Dr RE Nainggolan; Ketua BPD ASEPHI Sumut, Hj Fatimah Habibie Syamsul Arifin; Wakil Ketua, Ernayani Nasution; Sekretaris, Hj Vita Lestari Nasution; Vonny Ernita Susamto selaku Senior Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia; perwakilan Dinas Perindag dan ESDM Sumut, Dinas Koperasi dan UKM Sumut serta Kadin Sumut serta para undangan.
Ketua BPD ASEPHI Sumut, Hj Fatimah Habibie Syamsul Arifin, memberikan apresiasi kepada TikTok Shop dan Tokopedia Indonesia yang telah mengadakan pelatihan digital marketing tersebut.
Salah satu materi yang mendapat perhatian adalah live shopping. Melalui sesi siaran langsung, pelaku usaha dapat memperkenalkan produk sekaligus berinteraksi dengan calon konsumen. Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan dukungan prompt dari tim TikTok Shop Tokopedia untuk membantu proses tersebut.
Format ini memiliki ruang yang cukup besar bagi produk kriya. Berbeda dengan barang produksi massal, kerajinan sering kali memiliki cerita di balik material, proses pembuatan, desain, hingga nilai budaya yang dikandungnya. Unsur tersebut dapat diperlihatkan melalui video dan siaran langsung sehingga konsumen tidak hanya melihat barang jadi, tetapi juga memahami cerita di balik produk.
Digitalisasi juga menjadi bagian dari persiapan anggota ASEPHI menuju INACRAFT pada Oktober 2026. Kehadiran di ruang digital tidak sekadar memindahkan katalog dari toko fisik ke platform daring.
Kolaborasi ASEPHI, BPD Sumut, dan TikTok Shop Tokopedia menunjukkan bahwa transformasi digital membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Tantangan pelaku kerajinan kini bukan hanya menghasilkan barang yang baik, tetapi juga memastikan produk tersebut dapat ditemukan, dipahami, dan akhirnya dipilih konsumen.
“Waktunya Start Go Digital” menjadi salah satu langkah untuk membawa pelaku usaha kerajinan dari sekadar memiliki produk menuju kemampuan membangun kehadiran dan pasar di ruang digital.





