• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Perada Batik: Meramu Tradisi, Teknologi, dan Selera Generasi Baru

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
October 8, 2026
in Ekonomi dan Bisnis, Fashion
0
Perada Batik: Meramu Tradisi,  Teknologi, dan Selera Generasi Baru
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Batik tak berhenti pada kain bermotif tradisional. Perada Batik mencoba membawa teknik batik tulis dan cap ke wilayah desain kontemporer, eksplorasi material, dan pasar global. Jenama asal Pekalongan itu hadir dalam INACRAFT October 2026 yang berlangsung pada 7–11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Perada Batik dapat ditemui di Hall A, stan nomor 82.

Kehadiran Perada Batik sejalan dengan tema INACRAFT October 2026, “Youthpreneur Technocraft”, yang menempatkan generasi muda, teknologi, inovasi, dan pengembangan produk sebagai bagian dari masa depan industri kriya. Batik menjadi salah satu contoh bagaimana pengetahuan tradisional dapat berhadapan langsung dengan teknologi dan tuntutan pasar tanpa harus kehilangan proses dasarnya.

Di Pekalongan, batik merupakan bagian dari kehidupan masyarakat. Namun Perada Batik justru lahir dari keluarga yang sempat mengalami jeda tiga generasi dalam tradisi membatik. Usaha ini mulai dirintis kembali pada tahun 2012. Pengetahuan tentang batik kemudian dipelajari kembali, mulai dari material, motif, teknik hingga filosofi.

Pemilik Perada Batik, Syamsul Huda, mengatakan proses menjadi bagian penting dari identitas jenamanya. Perada mempertahankan teknik batik tulis dan cap dengan lilin panas, menggunakan canting dan cap tembaga. Setiap kain melalui tahapan pemberian lilin, pewarnaan, pelorodan, hingga penguncian warna.

Namun, Perada tetap bereksperimen dengan material, termasuk menggunakan bahan berbasis kertas semen yang dirancang tahan perebusan suhu tinggi. Eksperimen ini mempertemukan keterampilan membatik dengan teknologi, tanpa menggantikan peran keterampilan tangan.

Dalam pewarnaan, Perada memakai pewarna alam untuk karya pameran dan koleksi tertentu, sementara produksi reguler menggunakan pewarna sintetis rendah logam berat dengan teknik steam untuk menjaga kualitas warna. Palet warnanya pun lebih berani, tak terpaku pada cokelat sogan, untuk menjangkau konsumen milenial dan Gen Z serta menempatkan batik sebagai busana sehari-hari.

Motif yang dikembangkan juga tidak terpaku pada pakem visual Jawa. Inspirasi datang dari figur perempuan, flora, serta motif berbagai budaya, termasuk Sumba, Nusa Tenggara dan bahkan sampai Aztec Amerika. Elemen tersebut tidak sekadar dipindahkan ke kain, melainkan diterjemahkan kembali melalui bahasa batik.

Dari Pekalongan ke Panggung Global

Perada juga membaca perkembangan tren fesyen global. Selain rutin mengikuti INACRAFT Trade Fair, jenama ini pernah mengikuti pameran tekstil internasional seperti Ambiente Frankfurt dan Heimtextil. Tren warna, tekstur, dan pola dari pasar global menjadi bahan pertimbangan untuk pengembangan koleksi.

Perada Batik mencatat sejumlah kiprah internasional sepanjang 2025. Jenama ini tampil dalam Fashion Oper Air di Berlin, Jerman, serta Transilvania Fashion Festival 2025. Perada juga mengikuti Mediterranean Fashion Week di Italia dan memperoleh International Award dari Mad Mood Milano 2025.

Perjalanan tersebut berlanjut ke Asia Tengah melalui Aspara Fashion Week di Kazakhstan. Jejaring FNL Network turut membuka peluang kolaborasi dan eksposur bagi karya Perada di pasar internasional.

Hubungan dengan pasar luar negeri sebenarnya telah dibangun sejak awal perjalanan Perada. Jepang menjadi salah satu pasar pertama ketika produk yang ditawarkan masih berupa kain. Seiring waktu, karya tersebut berkembang menjadi bagian dari busana dan tampil dalam peragaan mode. Perada juga menjalin kolaborasi dengan desainer dari Australia dan Singapura.

Sebelum pandemi Covid-19, sekitar 90 persen penjualan Perada Batik terserap pasar ekspor. Setelah pandemi, pasar domestik menjadi penopang utama. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan usaha batik tidak hanya bergantung pada pasar internasional, tetapi juga pada konsumen dalam negeri.
Bagi Huda, tantangan Perada kini bukan lagi sekadar memperkenalkan jenama, melainkan mempertahankan karakter yang telah dibangun. “Branding itu komitmen. Kita harus berani punya ciri khas,” Tutup Huda.

Previous Post

INACRAFT October 2026, Pos Indonesia Siapkan Logistik dari Hulu ke Hilir

Next Post

Pameran Dimensions Variable Memetakan Jejak Keberlangsungan Manusia

Next Post
Pameran Dimensions Variable Memetakan Jejak Keberlangsungan Manusia

Pameran Dimensions Variable Memetakan Jejak Keberlangsungan Manusia

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo