• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Agenda Asephi

ASEPHI Dorong Generasi Muda Kuasai Teknologi Digital dan Bisnis Berkelanjutan Lewat INACRAFT Business Forum

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
October 10, 2026
in Agenda Asephi, Ekonomi dan Bisnis, Focus ASEPHI, Inspiration
0
ASEPHI Dorong Generasi Muda Kuasai Teknologi Digital dan Bisnis Berkelanjutan Lewat INACRAFT Business Forum
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Masa depan industri kerajinan Indonesia kini bertumpu pada kemampuan wirausahawan muda mengintegrasikan teknologi digital dan menjaga kelestarian lingkungan

Menjawab tantangan tersebut, Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) menghadirkan BRIN, GNIK, dan wirausahawan muda dalam INACRAFT Business Forum Sesi 2 bertajuk The Future of Youth is Sustainability & Digital di JICC, Kamis (8/10/2026).

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan kesiapannya memfasilitasi kebutuhan riset, pendanaan awal, hingga akses permesinan bagi perajin kriya.

Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat, dan UMKM BRIN, Driszal Fryantoni mendesak pelaku usaha muda untuk segera mengubah cara pandang terhadap adopsi teknologi.

“Saya pengen ngajak teman-teman semua untuk supaya kita bisa naik tingkat, satu kelas. Jadi jangan hanya menjadi digital user, pengguna digital. Tetapi kita juga mesti bisa menggunakan, menciptakan teknologi,” ujar Driszal.

Ia menekankan bahwa perajin harus mengambil kendali penuh atas platform digital untuk menciptakan solusi bisnis dari hulu.

Dari sisi penguatan kapasitas internal, Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) menyoroti fondasi manajemen usaha.

Mengingat 65 persen pelaku UMKM memulai bisnis karena keadaan dan tanpa latar belakang pendidikan wirausaha formal, pendampingan tata kelola sumber daya manusia menjadi hal yang krusial.

Direktur Pengembangan Kapabilitas Kewirausahaan & Industri GNIK, Indrijati Rahayoeningtyas mengingatkan kembali besarnya peran wirausaha skala mikro dan menengah, di mana UMKM menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja nasional dan menyumbang 61 persen Produk Domestik Bruto.

“Bagaimana bisa menjadi lebih besar lagi dengan memperkuat ilmu atau memperkuat pengetahuan dalam organisasi, budaya, people, bagaimana me-manage people-nya supaya pengusaha-pengusaha ini siap untuk berkembang menjadi lebih besar, yang pada akhirnya menciptakan lapangan pekerjaan,” jelas Indrijati.

Pemaparan konsep tentang adopsi digital dan tata kelola organisasi tersebut dibuktikan langsung oleh para peraih penghargaan INACRAFT.

Co-Founder dan CEO Du Anyam, Melia Winata, menceritakan perjalanan usahanya yang berawal dari memberdayakan delapan perempuan hingga kini menaungi lebih dari 1.600 perajin anyaman di 54 desa di Kalimantan Selatan dan Nusa Tenggara Timur.

Bagi Du’Anyam, digitalisasi adalah alat ukur presisi untuk menembus pasar ekspor, bukan sekadar etalase pemasaran.

“Kita harus pahami dulu siapa yang akan membeli. Karena market di Indonesia misalnya aja berbeda dengan market di Jepang,” kata Melia. Ia menegaskan pentingnya riset pasar berbasis data agar produksi bisa efisien dan tepat sasaran.

“Digital bukan hanya untuk marketing, tetapi juga untuk mencari buyer, membaca tren dan mengelola customer. Kita juga harus build a global ready product.”

Selain penguasaan data pasar, keberlanjutan industri kriya sangat bergantung pada inovasi lingkungan di tingkat produsen. Hal ini dipraktikkan oleh dua pelaku usaha asal sentra tekstil Pekalongan, Metaflora dan Craft Denim, yang membuktikan bahwa limbah produksi dapat ditekan secara maksimal tanpa mengorbankan kualitas produk ekspor.

“Kami mencoba untuk berinovasi, tidak hanya sebatas di motif saja, tapi bagaimana proses itu bertanggung jawab dari bahannya, kemudian di prosesnya, hingga akhir dari proses pembatikan,” terang Co-Founder Metaflora, Falahy Mohamad.

Tanggung jawab tersebut diwujudkan dengan mengolah limbah kayu dan plastik menjadi kancing baju, serta memproses air sisa pewarnaan melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Langkah pelestarian alam juga didorong oleh Asyfa Fuadi, Founder Craft Denim. Keprihatinannya melihat sungai-sungai di Pekalongan yang tercemar limbah pewarna tekstil membuatnya merintis produksi kain denim menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dengan pewarna alam murni seperti indigo, jelawe, dan kulit kayu mangrove.

Melalui bimbingan dan akses pasar dari ASEPHI, kain tenun ramah lingkungan milik Asyfa kini berhasil menembus pasar Eropa dan tersedia di berbagai toko ritel di Jerman, Belanda, hingga Spanyol.

Pada akhir sesi, Asyfa berpesan bahwa ambisi bisnis tidak boleh mengorbankan ekosistem yang menjadi sumber kehidupan perajin kriya itu sendiri.

“Kita boleh mencari uang, kita boleh meregenerasi dan bermimpi seperti apapun, tapi kita juga nggak boleh melupakan alam karena di situlah tempat kita hidup,” tegas Asyfa.

“Ajak teman-teman yang lain yuk buat maju bareng, karena kalau kita sendiri yang sukses itu gak seru,” pungkasnya. (Disya Shaliha)

Previous Post

Anne Avantie Beri Pesan Pentingnya Etika Berbisnis bagi UMKM

Next Post

Mengubah Limbah Plastik Menjadi Kriya Eksentrik, Inovasi Fuguku di INACRAFT October 2026

Next Post
Mengubah Limbah Plastik Menjadi Kriya Eksentrik, Inovasi Fuguku di INACRAFT October 2026

Mengubah Limbah Plastik Menjadi Kriya Eksentrik, Inovasi Fuguku di INACRAFT October 2026

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo