• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Art

Fadli Zon: Seni Harus Jadi Kekuatan Ekonomi, Bukan Sekadar Identitas Bangsa

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
October 21, 2026
in Art, Event, Headlines
0
Fadli Zon: Seni Harus Jadi Kekuatan Ekonomi, Bukan Sekadar Identitas Bangsa
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong perguruan tinggi seni memperkuat pelestarian dan regenerasi kebudayaan Indonesia. Menurut dia, pendidikan formal menjadi salah satu jalur penting untuk mewariskan tradisi sekaligus mengembangkan seni sebagai kekuatan ekonomi nasional.

Hal itu disampaikan Fadli saat membuka Festival Kesenian Indonesia (FKI) XIII di Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Sumatera Barat, pada 20 Oktober.

Fadli mengatakan Indonesia memiliki keragaman budaya yang besar atau mega diversity. Kebudayaan, menurut dia, tidak sebatas karya seni yang dipertunjukkan di panggung, tetapi juga mencakup tradisi lisan, manuskrip, ritus, adat istiadat, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, hingga olahraga tradisional.

Ia mencontohkan Sumatera Barat yang memiliki tradisi lisan seperti tambo dan petatah-petitih. Tradisi tersebut, kata Fadli, merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya.

“Kita ingin menjadikan seni ini bukan sekadar identitas, tapi harus juga menjadi satu investasi,” ujar Fadli.

Ia berharap kebudayaan dapat menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi atau new engine of economic growth. Dengan demikian, perekonomian Indonesia tidak hanya bergantung pada pemanfaatan sumber daya alam secara ekstraktif, tetapi juga bertumpu pada pengembangan ekonomi budaya yang berkelanjutan.

Fadli juga melihat kebudayaan sebagai instrumen diplomasi lunak atau soft power. Melalui seni dan tradisi, Indonesia dinilai memiliki modal untuk memperkuat identitas nasional sekaligus memperluas pengaruhnya di tingkat internasional.

Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan kelembagaan. Fadli menilai perguruan tinggi seni memiliki peran strategis dalam mendokumentasikan, mengembangkan, dan mewariskan ekspresi budaya kepada generasi berikutnya.

Ia menekankan pentingnya memperluas keberadaan institusi pendidikan seni di berbagai daerah. Tanpa dukungan kelembagaan yang memadai, proses regenerasi pelaku seni dan pewarisan tradisi berisiko menghadapi hambatan.

“Apabila tidak ada institusionalisasi di dalam warisan budaya dan ekspresi budaya kita, tentu akan ada ketinggalan di dalam proses regenerasi ke depan,” kata Fadli.

Menurut dia, upaya memajukan kebudayaan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Perguruan tinggi, sektor swasta, dan komunitas seni perlu terlibat dalam membangun ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan.

Rektor ISI Padang Panjang, Febri Yulika, menyoroti peran seni di tengah perubahan zaman dan krisis lingkungan. Baginya, karya seni tidak cukup hanya menawarkan keindahan, tetapi juga perlu mendorong kepedulian dan menghasilkan dampak bagi masyarakat.

“Seni tidak hanya melahirkan karya yang indah, tetapi juga karya yang menggerakkan kepedulian dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Febri.

Pesan tersebut sejalan dengan tema FKI XIII, yakni Art, Folklore and Ecology atau Seni, Folklor, dan Ekologi. Festival yang diselenggarakan oleh konsorsium Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Seni Indonesia (BKS-PTSI) itu menghadirkan karya seniman akademisi, dosen, dan mahasiswa dari perguruan tinggi seni di Indonesia.

Perhelatan ini menjadi ruang pertemuan bagi karya seni yang menggabungkan kearifan lokal dan perkembangan modernitas. Lebih dari itu, festival tersebut menempatkan perguruan tinggi seni sebagai salah satu simpul penting dalam merawat tradisi sekaligus merespons persoalan sosial dan lingkungan.

Pembukaan FKI XIII turut dihadiri Wali Kota Padang Panjang Hendri Anis, Wakil Wali Kota Padang Panjang Alex Saputra, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, serta jajaran pimpinan perguruan tinggi seni, seniman, komunitas seni, dan mahasiswa.

Fadli berharap festival tersebut tidak berhenti sebagai agenda pertemuan dan pameran karya. Ia ingin FKI menjadi bagian dari proses pembinaan yang melahirkan seniman muda dengan kemampuan dan daya saing di tingkat global.

“Mudah-mudahan, FKI XIII terus berkelanjutan dan bisa melahirkan seniman yang mumpuni dari mahasiswa, yang kemudian akan menjadi empu atau maestro yang membawa nama Indonesia ke peradaban dunia,” kata Fadli.

Tags: Fadli ZonFestival Kesenian Indonesiainstitut seni indonesiaMenteri KebudayaanPadang Panjang
Previous Post

Nusacrafts Lifestyle 2026 Perkuat Promosi Produk Kerajinan Lokal

Next Post

Dua Tahun Kementerian Kebudayaan: Repatriasi Warisan, Diplomasi, dan Tantangan Ekonomi Budaya

Next Post
Dua Tahun Kementerian Kebudayaan: Repatriasi Warisan, Diplomasi, dan Tantangan Ekonomi Budaya

Dua Tahun Kementerian Kebudayaan: Repatriasi Warisan, Diplomasi, dan Tantangan Ekonomi Budaya

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo