Film produksi Manara Films ini mengangkat perjuangan Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee melawan invasi Belanda di Aceh pada 1599. Kementerian Ekonomi Kreatif menilai kisah sejarah dapat menjadi sumber pengembangan industri film nasional.
Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong penguatan industri film nasional melalui pengangkatan sejarah dan kekayaan budaya Indonesia. Salah satu upaya tersebut terlihat dalam film drama aksi-sejarah Pasukan 1000 Janda produksi Manara Films yang mengangkat perjuangan Laksamana Malahayati bersama pasukan Inong Balee di Aceh pada 1599.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menghadiri gala premiere film tersebut di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin, 2 November 2026. Ia mengapresiasi para sineas yang mengangkat perjuangan perempuan Aceh menghadapi invasi kolonial ke dalam sebuah karya sinema.
Menurut Teuku Riefky, film berbasis sejarah tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi bagi industri kreatif. Sejarah dan kekayaan intelektual bangsa dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan subsektor film, animasi, dan video.
“Film ini merupakan wujud kreativitas dalam mengangkat sejarah bangsa melalui medium sinema sekaligus memperkaya perspektif kita dalam memaknai perjalanan sejarah Indonesia. Kehadiran Pasukan 1000 Janda menunjukkan bahwa sejarah dan kekayaan intelektual bangsa merupakan sumber inspirasi yang tidak pernah habis bagi industri ekonomi kreatif,” kata Teuku Riefky.
Ia menilai film juga memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar hiburan. Medium ini dapat menjadi sarana pewarisan nilai, diplomasi budaya, sekaligus penguatan identitas bangsa.
Kementerian Ekonomi Kreatif memandang pengangkatan sejarah nasional melalui film sebagai peluang memperkaya keragaman narasi industri kreatif Indonesia. Cerita yang berangkat dari sejarah dan budaya lokal juga berpotensi membuka pertumbuhan ekonomi turunan serta memperkenalkan tokoh dan warisan budaya Indonesia kepada penonton internasional.
Teuku Riefky berharap film tersebut dapat membantu merawat ingatan sejarah sekaligus memperluas pengenalan budaya Indonesia melalui karya kreatif.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menceritakan sejarahnya kepada dunia melalui karya kreatif yang bermakna,” ujarnya.
Film Pasukan 1000 Janda disutradarai Archie Hekagery dengan latar cerita Aceh pada 1599. Film ini mengikuti perjuangan Laksamana Malahayati dalam memimpin pasukan Inong Balee, kelompok perempuan yang kehilangan suami akibat peperangan, untuk menghadapi ancaman invasi Belanda di bawah pimpinan Cornelis.
Melalui strategi dan keberanian pasukan tersebut, film ini menggambarkan peran perempuan dalam mempertahankan wilayah dan kedaulatan tanah air. Kisah Malahayati juga menjadi pintu masuk untuk mengenalkan salah satu tokoh perempuan dalam sejarah perjuangan Indonesia kepada generasi muda.
Produser Pasukan 1000 Janda, Yuda Wirafianto, mengatakan film tersebut diproduksi agar masyarakat, terutama generasi penerus, lebih mengenal sosok Laksamana Malahayati dan perjuangannya.
“Manara Films mempersembahkan untuk Indonesia yang insyaallah akan membawa pengalaman baru untuk menonton tayangan tentang sejarah Indonesia. Doa dan harapan saya film ini bisa diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Yuda.
Gala premiere film tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono serta Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha. Teuku Riefky hadir didampingi Deputi Bidang Kreativitas Media Cecep Rukendi dan Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi, Media, dan Pelayanan Publik Renanda Bachtar.





