• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Bantul dan Padang Masuk Nominasi Kota Kreatif UNESCO 2027

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
November 5, 2026
in Ekonomi dan Bisnis, Travel, Vacation
0
Bantul dan Padang Masuk Nominasi Kota Kreatif UNESCO 2027
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kementerian Ekonomi Kreatif menetapkan Kabupaten Bantul dan Kota Padang sebagai wakil Indonesia dalam nominasi UNESCO Creative Cities Network 2027. Bantul diusulkan melalui subsektor kriya dan seni rakyat, sedangkan Padang mengandalkan kekuatan gastronomi.

Kementerian Ekonomi Kreatif menetapkan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kota Padang, Sumatra Barat, sebagai dua daerah yang mewakili Indonesia dalam nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027. Bantul diusulkan untuk kategori Crafts and Folk Art atau Kriya dan Seni Rakyat, sedangkan Padang masuk kategori Gastronomy atau Gastronomi.

Penetapan tersebut merupakan hasil Seleksi Nasional Pengusulan Nominasi Anggota UCCN 2027. Proses seleksi meliputi pemeriksaan administrasi, penilaian substansi, hingga presentasi dokumen pencalonan (dossier) di hadapan Panitia Seleksi Nasional. Seleksi melibatkan lima tim pengarah dan tujuh tim penilai yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan pencalonan kedua daerah tersebut bukan semata-mata untuk memperoleh pengakuan internasional. Pemerintah ingin menjadikan proses ini sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

“Kementerian Ekraf ingin terus mendampingi sehingga tidak berhenti sebatas nominasi. Ini harus mempunyai dampak ekonomi, termasuk dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan kontribusi terhadap PDRB daerah. Sebab kumpulan dari PDRB daerah akan menjadi PDB nasional,” kata Teuku Riefky.

Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Panitia Seleksi Nasional akan melanjutkan pendampingan melalui penyempurnaan dossier, penguatan publikasi di media lokal dan internasional, serta pemetaan jejaring global. Bantul dan Padang juga didorong menjalin komunikasi dengan kota-kota anggota UCCN untuk memperoleh rekomendasi dan membuka peluang kerja sama.

Pemerintah menjadwalkan pendampingan dan finalisasi dokumen pencalonan pada November hingga Desember 2026. Dokumen tersebut akan disampaikan kepada Sekretariat UCCN di Paris pada awal 2027. UNESCO diperkirakan mengumumkan hasil seleksi pada Oktober 2027.

Bantul mengandalkan sejarah panjang industri kriya yang berkembang sejak abad ke-16, pada masa Kerajaan Mataram Islam. Ekosistem kerajinannya memanfaatkan berbagai bahan alam, seperti bambu, pandan, eceng gondok, pelepah pisang, kayu, batu, dan kulit.

Pengembangan kriya di daerah ini juga mengedepankan prinsip ekonomi sirkular dan restorasi ekologis. Produk kerajinan Bantul telah menembus pasar ekspor di 38 negara dengan nilai mencapai US$ 6,71 juta.

Selain potensi ekonomi, industri kriya Bantul memiliki aspek pemberdayaan sosial. Lebih dari 45 persen perajinnya merupakan perempuan. Ekosistem tersebut juga membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas dan generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi kreatif.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan pemerintah daerah akan memperkuat ekosistem kreatif yang telah berkembang selama bertahun-tahun. Menurut dia, pencalonan ke UCCN menjadi kesempatan untuk meningkatkan manfaat industri kreatif bagi masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk memperbaiki hal-hal yang masih belum sempurna, terutama memperkuat ekosistem kreatif di Kabupaten Bantul yang memang sudah terbangun cukup lama, tinggal menguatkan sehingga kemanfaatannya semakin dirasakan banyak warga Bantul,” ujar Abdul Halim.

Sementara itu, Kota Padang mengandalkan kekayaan kuliner yang terbentuk dari sejarah perdagangan rempah dan pertemuan berbagai budaya. Tradisi gastronominya merupakan hasil akulturasi masyarakat Minangkabau, Tionghoa, India, dan Nias.

Sejumlah tradisi yang menjadi kekuatan gastronomi Padang antara lain makan bajamba, manatiang piriang, dan teknik marandang. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga terhubung dengan perkembangan industri kreatif dan usaha kuliner lokal.

Ekosistem gastronomi Padang saat ini menyerap lebih dari 53 ribu tenaga kerja. Produk bumbu masak dari daerah tersebut juga telah menembus pasar ekspor internasional. Pengembangannya didukung sejumlah infrastruktur, termasuk Sentra Rendang dan Bagindo Aziz Chan Youth Center.

Wali Kota Padang Fadly Amran menyatakan pencalonan ke UCCN membutuhkan strategi penyusunan dokumen yang mampu menggambarkan kekayaan dan potensi gastronomi daerah secara komprehensif.

“Kami sangat bersyukur hari ini. Menjadi salah satu nominasi untuk mengajukan kepada UNESCO Creative Cities Network bukan hal yang mudah. Tentu harus ada strategi penyusunan dossier yang bisa menerjemahkan potensi dan kekayaan Kota Padang,” kata Fadly.

Indonesia saat ini memiliki tujuh anggota UNESCO Creative Cities Network. Mereka adalah Pekalongan untuk kategori Kriya dan Seni Rakyat pada 2014, Bandung untuk Desain pada 2015, Ambon untuk Musik pada 2019, Jakarta untuk Sastra pada 2021, Surakarta untuk Kriya dan Seni Rakyat pada 2023, serta Ponorogo untuk kategori yang sama dan Malang untuk Media Art pada 2025.

Pengusulan Bantul dan Padang menjadi bagian dari strategi Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mengangkat potensi daerah ke tingkat internasional. Pemerintah berharap pengakuan global tersebut dapat memperluas pasar produk kreatif, memperkuat jejaring antarnegara, serta meningkatkan daya saing pelaku ekonomi kreatif Indonesia.

Tags: BantulKota Kreatif UNESCO 20Menteri Ekonomi KreatifpadangTeuku Riefky HarsyaUNESCO Creative Cities
Previous Post

ARTJOG Gelar Pameran IN MEDIO di Bandung, Angkat Kesetaraan Seniman Disabilitas

Next Post

Film Pasukan 1000 Janda Angkat Perjuangan Laksamana Malahayati ke Layar Lebar

Next Post
Film Pasukan 1000 Janda Angkat Perjuangan Laksamana Malahayati ke Layar Lebar

Film Pasukan 1000 Janda Angkat Perjuangan Laksamana Malahayati ke Layar Lebar

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo