Sigit Riswanto, yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua Badan Pengurus Daerah Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPD ASEPHI) Banten, terpilih menggantikan Subchi Subekti sebagai ketua melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW). Keputusan tersebut ditetapkan melalui musyawarah anggota dengan mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi, Jumat, 6 November 2026. Pergantian ini dilakukan setelah Subchi mendapat amanah baru sebagai Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat (BPP) ASEPHI.
Serah terima pengurus baru berlangsung di Intro Jazz Bistro, BSD, Tangerang Selatan. Setelah melalui pembahasan dan musyawarah, para anggota sepakat menetapkan Sigit secara aklamasi untuk melanjutkan kepemimpinan BPD ASEPHI Banten hingga akhir masa kepengurusan pada 2029.
Dalam sambutan perdananya, Sigit mengakui melanjutkan estafet kepemimpinan bukan perkara mudah. Ia menyampaikan apresiasi kepada Subchi atas fondasi organisasi dan program kerja yang telah dibangun selama lebih dari tujuh tahun. Sigit berkomitmen mempertahankan capaian tersebut sekaligus menyempurnakan program dan memperbaiki kekurangan yang masih ada.

“Saya akan melanjutkan program-program yang ada, terus membuat lebih sempurna lagi dan merajut kekurangan-kekurangan yang ada di kita selama ini agar menjadi lebih baik lagi ke depan,” kata Sigit.
Ia menekankan bahwa keberhasilan organisasi bergantung pada keterlibatan seluruh pengurus dan anggota. Menurutnya, kepemimpinan tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan, komunikasi, dan keterbukaan. Karena itu, Sigit mengajak anggota untuk aktif menyampaikan kritik, saran, serta gagasan konstruktif demi kemajuan organisasi.
Sementara itu, Subchi Subekti menyampaikan laporan pertanggungjawaban selama memimpin BPD ASEPHI Banten selama tujuh tahun. Ia mengulas perjalanan organisasi sejak 2019, termasuk melewati pandemi Covid-19 dan berbagai keterbatasan dalam menjalankan kegiatan. Menurut Subchi, kemandirian organisasi dan dukungan anggota menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan program.
Sejumlah kegiatan yang telah dijalankan antara lain sharing session, lokakarya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta program pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Ia berharap organisasi terus berkembang, tidak hanya melalui penguatan kelembagaan, tetapi juga peningkatan kompetensi dan kemampuan usaha para anggotanya.
Wakil Ketua Umum I ASEPHI Bidang Kerja Sama Antar Lembaga Regional dan Internasional, Baby Jurmawati, menilai Banten memiliki potensi kerajinan yang beragam. Produk yang berkembang di wilayah ini mencakup batik, kerajinan tangan, fesyen, produk kulit, handicraft, hingga dekorasi rumah. Keragaman tersebut menjadi modal penting bagi BPD ASEPHI Banten untuk memperluas jaringan usaha dan meningkatkan daya saing.
Baby berharap kepemimpinan Sigit dapat memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas keanggotaan, dan membangun lebih banyak kolaborasi. Ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan anggota daerah dalam berbagai agenda promosi dan kampanye INACRAFT.

Menurut Baby, tantangan INACRAFT tidak sebatas penyelenggaraan pameran. Organisasi perlu membangun ekosistem pendukung melalui promosi, kampanye digital, dan kolaborasi antardaerah. Ia menegaskan INACRAFT merupakan pameran yang tumbuh dari inisiatif sektor swasta sehingga membutuhkan partisipasi dan kemandirian seluruh anggotanya.
“INACRAFT itu milik kita dan itu adalah satu-satunya pameran yang murni private sector,” ujar Baby.
Ia juga menyoroti luasnya wilayah Banten yang mencakup delapan kabupaten dan kota sebagai peluang untuk memperbesar basis keanggotaan. Dengan potensi produk yang beragam, Banten memiliki ruang untuk memperluas jejaring usaha sekaligus memperkuat kontribusi perajin dan pengusaha kerajinan dalam agenda nasional ASEPHI.
Pergantian antarwaktu ini menjadi awal kepemimpinan Sigit dalam melanjutkan perjalanan organisasi hingga 2029. Tantangannya adalah menjaga kesinambungan program yang telah dirintis pendahulunya, sekaligus memperkuat konsolidasi anggota, memperluas jaringan usaha, dan mengoptimalkan potensi kerajinan Banten agar semakin kompetitif di pasar nasional maupun internasional.





