• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Business

Ekspor Produk Ramah Lingkungan Indonesia Naik, Eksportir Dituntut Penuhi Standar Global

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
October 24, 2026
in Business, Headlines
0
Ekspor Produk Ramah Lingkungan Indonesia Naik, Eksportir Dituntut Penuhi Standar Global
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ekspor produk ramah lingkungan Indonesia menunjukkan pertumbuhan. Namun, pelaku usaha perlu memenuhi standar lingkungan dan membuktikan klaim keberlanjutan untuk memperluas pasar internasional.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, menyampaikan hal tersebut dalam forum bisnis Unlocking Green Export Opportunities: Optimalisasi Produk Environmental Goods untuk Pasar Internasional di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Sabtu, 17 Oktober 2026. Forum ini merupakan bagian dari Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41.

Tommy mengatakan perdagangan global semakin menuntut keberlanjutan, ketertelusuran rantai pasok, dan efisiensi sumber daya.

“Melalui forum ini, Kemendag ingin memperkuat pemahaman pelaku usaha terhadap perkembangan perdagangan global sekaligus mendorong optimalisasi peluang ekspor produk ramah lingkungan,” kata Tommy.

Data Trade Map yang diolah Kemendag menunjukkan ekspor produk kategori environmental goods mencapai US$ 6,65 miliar pada Januari–Agustus 2025. Angka ini naik sekitar 59,7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024. Sepanjang 2024, ekspor kategori tersebut mencapai US$ 8,03 miliar, meningkat dari US$ 7,03 miliar pada 2023.

Produk penyumbang ekspor meliputi komponen kendaraan bermotor, tungku dan oven listrik untuk industri, serta komponen mesin dan peralatan listrik.

Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian, Dewi Muliana, mengatakan pengembangan industri hijau memerlukan standardisasi, pengurangan emisi, dan penguatan ekonomi sirkular. Pemerintah juga mendorong pembiayaan serta insentif bagi pelaku usaha.

Sementara itu, dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Sri Mulatsih, menilai Indonesia memiliki potensi ekspor komoditas seperti kopi, kakao, kelapa, karet, dan rempah-rempah. Namun, potensi tersebut perlu didukung kesiapan memenuhi standar pasar internasional.

Atase Perdagangan RI di Brussels, Lusyana Halmiati, mengatakan persyaratan lingkungan semakin penting di Uni Eropa.

“Calon eksportir harus memenuhi regulasi dan preferensi pasar karena buyer makin banyak meminta bukti bahwa produksi tidak berdampak buruk pada lingkungan,” ujarnya.

Sustainability Director Cargill Indonesia, Yunita Widiastuti, menekankan bahwa klaim keberlanjutan harus dapat dibuktikan.

“Tantangannya bukan sekadar bagaimana membuat produk berkelanjutan, tetapi apakah klaim tersebut dapat diverifikasi, dapat ditelusuri, dapat dibuktikan dengan data, dan terlihat dampaknya di lapangan,” kata Yunita.

Menurutnya, kesiapan ekspor mencakup seluruh proses usaha, mulai dari sumber bahan baku dan legalitas hingga produksi serta dokumentasi. Transparansi tersebut penting untuk membangun kepercayaan pembeli dan memenuhi ketentuan pasar tujuan.

Tags: Atase Perdagangan RI di BrusselsDewi Mulianaenvironmental goodsIPB UniversityKementerian PerdaganganKementerian PerindustrianLusyana HalmiatiSri MulatsihSustainability Director Cargill IndonesiaTommy AndanaYunita Widiastuti
Previous Post

WCCE 2026 Soroti Potensi Monetisasi IP dan Tantangan Distribusi Komik Indonesia

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo