• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Cover Story

WCCE 2026 Soroti Potensi Monetisasi IP dan Tantangan Distribusi Komik Indonesia

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
October 24, 2026
in Cover Story
0
WCCE 2026 Soroti Potensi Monetisasi IP dan Tantangan Distribusi Komik Indonesia

Foto: Dok. Kementerian Ekraf

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Industri komik Indonesia memiliki peluang berkembang melalui adaptasi ke berbagai produk kreatif. Namun, persoalan distribusi, biaya produksi, dan regulasi masih menjadi tantangan bagi komikus untuk memperluas pasar. Isu tersebut dibahas dalam diskusi The Ultimate Indonesian Comic Debate by Malaka Books di rangkaian The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan komik perlu dipandang sebagai aset kekayaan intelektual yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk, bukan sekadar hiburan visual. Potensi pengembangannya mencakup produk fisik, mainan koleksi, animasi, hingga gim.

“Potensi monetisasi kekayaan intelektual komik sangat luas. Kita tidak bisa hanya melihat komik dari sisi cetak dan digital,” kata Irene dalam diskusi di CGV Grand Indonesia.

Peneliti komik dari RMIT, Gideon Kamang, menyoroti distribusi sebagai salah satu hambatan pertumbuhan industri komik nasional. Menurut dia, regulasi yang mendukung pemerataan distribusi diperlukan agar komikus dapat menjangkau pembaca di luar kota-kota besar.

Irene mengatakan pemerintah membutuhkan data yang menyeluruh untuk menyusun kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Pendataan tersebut, kata dia, perlu mencakup rantai produksi komik, mulai dari bahan baku kertas, percetakan, logistik, hingga perpajakan dan perlindungan hak cipta.

“Kalau kita tidak memiliki data, bagaimana kita bisa memperjuangkan kebutuhan industri?” ujar Irene. Ia mengajak pelaku industri berkolaborasi membangun basis data untuk memetakan potensi dan persoalan komik Indonesia.

Diskusi itu juga menghadirkan kreator Si Juki, Faza Meonk; Sekretaris Jenderal Asosiasi Komik Indonesia, Rizqi R. Mosmarth; Eno Bening dari Cleansound Media; serta salah satu pendiri The Reading Chamber, Prasetya Dwicahya. Diskusi dipandu Abigail Limuria dan Gania Citta Irlanie dari Malaka Books.

Para panelis menyoroti pentingnya penguatan literasi sejak dini, efisiensi biaya produksi, serta keselarasan kebijakan pemerintah dengan kesiapan bisnis. Upaya tersebut dinilai diperlukan agar komikus dapat mengembangkan karya sekaligus memperluas akses ke pasar.

WCCE 2026 berlangsung pada 21–23 Oktober dengan tema Inclusively Creative: Collective Continuity. Forum ini menjadi ruang pembahasan mengenai pengembangan ekonomi kreatif, termasuk penguatan perlindungan kekayaan intelektual dan perluasan pasar bagi karya Indonesia.

Bagi industri komik, tantangannya bukan hanya menghasilkan cerita dan karakter yang diminati pembaca. Ketersediaan jalur distribusi, kepastian perlindungan hak cipta, dan peluang mengembangkan kekayaan intelektual ke berbagai media turut menentukan keberlanjutan usaha komikus di dalam negeri maupun pasar internasional.

Tags: CGV Grand IndonesiaFaza MeonkGideon KamangInclusively Creative: Collective ContinuityIrene UmarPrasetya DwicahyaSi JukiThe Reading ChamberWakil Menteri Ekonomi KreatifWCCE 2026
Previous Post

Wamendag Roro Esti Minta Eksportir Kreatif Beralih ke Strategi Berbasis Permintaan Pasar

Next Post

Ekspor Produk Ramah Lingkungan Indonesia Naik, Eksportir Dituntut Penuhi Standar Global

Next Post
Ekspor Produk Ramah Lingkungan Indonesia Naik, Eksportir Dituntut Penuhi Standar Global

Ekspor Produk Ramah Lingkungan Indonesia Naik, Eksportir Dituntut Penuhi Standar Global

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo