Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) menggelar Emerging Youthpreneur Award 2026 dalam pameran INACRAFT October Vol. 5 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), pada 7-11 Oktober 2026. Penghargaan ini ditujukan kepada wirausaha muda di sektor kriya yang mengembangkan inovasi melalui teknologi, praktik ramah lingkungan, dan pelestarian budaya.
Mengusung tema “Youthpreneurs: Technocraft”, program ini menggabungkan sejumlah program penghargaan yang sebelumnya berjalan terpisah ke dalam satu skema, yakni ASEPHI Emerging Youthpreneur Award. Program tersebut dirancang untuk mendorong pelaku usaha muda meningkatkan daya saing produk kriya Indonesia.
Koordinator Program Award, Baby Jurmawati Djuri, bersama tim kurator dan juri lintas disiplin menerapkan sistem digital terintegrasi dalam proses penilaian. Tim juri terdiri atas perwakilan Badan Pengurus Pusat ASEPHI, praktisi desain, dan investor muda. Sejumlah nama yang terlibat antara lain Arto Biantoro dan Muchamad Ali Jufri.
Penjurian dilakukan dengan mengunjungi stan peserta dan menilai produk serta pendekatan usaha yang dikembangkan. Peserta program merupakan kreator berusia di bawah 40 tahun.
ASEPHI menetapkan tiga kategori penghargaan. Pertama, The Technocraft Innovator, untuk pelaku usaha yang memanfaatkan teknologi dalam pengembangan produk dan pemasaran, termasuk penggunaan kode QR untuk penelusuran informasi produk serta strategi pemasaran berbasis kecerdasan buatan.
Kedua, The Eco-Artisan (Green Lifestyle), yang berfokus pada penerapan prinsip keberlanjutan melalui penggunaan bahan daur ulang, pewarna alami, dan pengurangan limbah produksi.
Ketiga, The Cultural Preserver (Modern Twist), yang ditujukan kepada pelaku usaha yang mengembangkan produk berbasis budaya tradisional, seperti batik, tenun, dan ukiran, dengan desain yang menyesuaikan kebutuhan pasar modern.
Melalui ketiga kategori tersebut, ASEPHI mendorong pelaku usaha muda mengembangkan produk yang memiliki nilai tambah dari sisi teknologi, keberlanjutan, dan identitas budaya.
Pemenang pertama akan memperoleh fasilitas satu stan gratis senilai Rp21,5 juta untuk pameran tahun berikutnya serta kesempatan menempati Paviliun Khusus ASEPHI Emerging Youthpreneur di INACRAFT 2027.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu pemenang memperluas pemasaran dan membangun jaringan bisnis. Dukungan itu juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk kriya karya wirausaha muda kepada pasar yang lebih luas.
Penyelenggaraan Emerging Youthpreneur Award 2026 berlangsung di tengah persaingan produk kriya dan kerajinan di pasar domestik maupun internasional. Pemanfaatan teknologi, efisiensi produksi, dan pengembangan desain menjadi sejumlah aspek yang dapat mendukung daya saing pelaku usaha.
Melalui program ini, ASEPHI menempatkan wirausaha muda sebagai salah satu kelompok yang didorong untuk mengembangkan industri kriya Indonesia dan memperluas peluang pemasaran melalui INACRAFT 2027.





