• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Art

Fadli Zon Kenang Nasirun, Maestro Seni Rupa yang Tak Berhenti Berkarya

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
September 1, 2026
in Art, Figure
0
Fadli Zon Kenang Nasirun, Maestro Seni Rupa yang Tak Berhenti Berkarya

Menteri Kebudayaan Kenang Nasirun dan Dedikasinya bagi Seni Rupa Indonesia 1_Dokumentasi- Kementerian Kebudayaan _ Heri Budi Santoso

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengenang maestro seni rupa Indonesia, Nasirun, sebagai seniman yang meninggalkan jejak penting dalam perjalanan seni rupa nasional. Menurut dia, kepergian Nasirun bukan hanya kehilangan bagi keluarga, melainkan juga bagi kalangan seniman, kolega, dan pecinta seni di Indonesia.

Fadli menyampaikan hal itu saat menghadiri takziah yang diselenggarakan keluarga Nasirun di Yogyakarta, Sabtu, 29 Agustus 2026. Ia mengatakan telah mengenal Nasirun sejak belasan tahun lalu dan melihat langsung kedekatan sang seniman dengan dunia seni serta lingkungan sekitarnya.

Nasirun meninggal pada 1 Agustus 2026. Fadli menyebut almarhum sebagai salah satu tokoh yang memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan seni rupa Indonesia.

Bagi Fadli, Nasirun bukan sekadar dikenal melalui karya-karyanya. Ia juga mengingat almarhum sebagai pribadi yang hangat, terbuka, dan mudah bergaul dengan berbagai kalangan. Rumah dan galeri Nasirun, kata dia, selama ini menjadi ruang perjumpaan yang terbuka bagi para seniman, sahabat, dan siapa pun yang ingin datang untuk berbincang atau menikmati proses berkesenian.

“Beliau adalah sosok yang saya kenal, suka tertawa, sangat terbuka, inklusif, tidak ada batas, bergaul dengan siapa saja,” kata Fadli.

Keterbukaan itu, menurut Fadli, juga tercermin dalam proses kreatif Nasirun. Sang maestro terus berkarya dengan menjadikan berbagai unsur tradisi dan spiritualitas sebagai bagian penting dari ekspresi artistiknya. Wayang, tradisi Jawa, serta nilai-nilai spiritual hadir dalam karya-karya yang kemudian menjadi salah satu ciri perjalanan kreatif Nasirun.

Fadli menilai karya Nasirun memiliki hubungan kuat dengan kepribadian dan dunia batin sang seniman. Ekspresi budaya dalam karya-karyanya, menurut dia, tidak hadir sekadar sebagai bentuk visual, melainkan menyatu dengan pengalaman hidup dan jiwa kreatif Nasirun.

Sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya, Kementerian Kebudayaan merencanakan pameran karya-karya Nasirun di Galeri Nasional Indonesia. Pameran tersebut direncanakan berlangsung dalam rangka 40 hari wafatnya Nasirun dan menjadi ruang bagi publik untuk kembali melihat perjalanan serta karya sang maestro.

Pameran itu juga akan menjadi salah satu pameran terakhir yang digelar di Galeri Nasional Indonesia sebelum gedung tersebut memasuki tahap renovasi. Kementerian Kebudayaan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang pertemuan bagi keluarga, seniman, dan masyarakat untuk mengenang kontribusi Nasirun terhadap seni rupa Indonesia.

Istri Nasirun, Supartilah, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan penghormatan yang diberikan kepada almarhum. Ia berharap karya dan semangat Nasirun terus hidup dan memberi warna bagi perkembangan dunia seni Indonesia.

Kepergian Nasirun menutup perjalanan seorang seniman yang sepanjang hidupnya terus bekerja dan berkarya. Namun, bagi dunia seni rupa, karya-karyanya tetap menjadi jejak dari seorang maestro yang menemukan bahasa artistiknya melalui pertemuan antara tradisi, spiritualitas, dan kebebasan berekspresi.

Kementerian Kebudayaan berharap dedikasi Nasirun selama hidupnya dapat terus dikenang, sementara karya-karyanya tetap menjadi bagian dari perjalanan panjang seni rupa Indonesia.

Tags: Fadli ZonNasirunseni rupa
Previous Post

Revitalisasi Galeri Nasional, Fadli Zon Tekankan Harmoni Cagar Budaya dan Modernitas

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo