• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft Yogyakarta 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Business

INACRAFT Oktober 2026 Bidik Generasi Muda, Optimistis di Tengah Lesunya Ekonomi Global

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
May 6, 2026
in Business, Agenda Asephi, Focus ASEPHI
0
INACRAFT Oktober 2026 Bidik Generasi Muda, Optimistis di Tengah Lesunya Ekonomi Global
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pameran kerajinan terbesar di Indonesia, INACRAFT on October 2026 yang akan digelar pada 7–11 Oktober 2026 dengan mengusung tema Youthpreneurs: Technocraft, mulai menunjukkan geliat kuat menjelang penyelenggaraan. Direktur Mediatama Event, Umi Noor Wijiati, menyebut tingkat partisipasi exhibitor sudah melampaui ekspektasi awal panitia.

“Perkembangannya semakin bagus. Antusias dari BPD dan BPC daerah tinggi, dan semua berjalan lancar,” kata Umi dalam wawancara, awal Mei 2026.

Panitia menargetkan 860 peserta untuk edisi Oktober. Hingga awal Mei, sekitar 750 booth telah terisi. Sisa slot, menurut Umi, akan diisi melalui kolaborasi dengan BUMN dan dinas pemerintah daerah.

“Sudah masuk sekitar 750-an. Sisanya kita paralelkan dengan BUMN dan dinas,” ujarnya.

Berbeda dari edisi sebelumnya, INACRAFT Oktober akan menampilkan penataan zona yang lebih terstruktur. Panitia tengah mengupayakan pembagian area tematik yang memudahkan pengunjung sekaligus memperkuat identitas produk.

Sejumlah konsep zona baru masih dalam tahap penjajakan, termasuk area bertema khusus yang menggabungkan pendekatan kurasi produk, storytelling, dan pengalaman pengunjung. “Pembagian zonanya akan lebih rapi,” kata Umi.

Langkah ini sekaligus menjawab kebutuhan pasar yang semakin selektif terhadap pengalaman pameran, bukan sekadar transaksi.

Selain pembenahan fisik pameran, panitia juga memperkuat sisi digital. INACRAFT Oktober 2026 dirancang tidak hanya sebagai pameran offline, tetapi juga sebagai ekosistem hybrid yang terintegrasi dengan platform digital.

Pendekatan ini dinilai penting untuk menjawab perubahan perilaku konsumen global yang semakin digital-oriented. Kehadiran katalog online memungkinkan buyer internasional tetap mengakses produk meski tidak hadir secara fisik.

Selain itu, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) akan didorong untuk meningkatkan kualitas konten digital, mulai dari foto produk, deskripsi, hingga strategi pemasaran berbasis media sosial seperti TikTok dan Instagram.

Garap Segmen Youth

Salah satu fokus INACRAFT Oktober 2026 adalah menggarap segmen generasi muda. Panitia menilai keberlanjutan industri kerajinan sangat bergantung pada regenerasi pelaku dan pasar.

Konsep “youth” akan dihadirkan melalui kurasi brand muda, produk dengan desain kontemporer, serta aktivasi yang lebih dekat dengan gaya hidup generasi Z dan milenial. Beberapa program yang disiapkan antara lain workshop kreatif, kolaborasi lintas disiplin, hingga panggung interaktif.

Pendekatan ini diharapkan dapat mengubah persepsi bahwa produk kerajinan hanya identik dengan pasar tradisional atau kolektor tertentu.

“Harapannya anak muda bisa melihat kerajinan sebagai sesuatu yang relevan dengan gaya hidup mereka,” kata Umi.

Penyelenggaraan INACRAFT Oktober berlangsung di tengah ketidakpastian global, termasuk tensi geopolitik dan perlambatan ekonomi. Namun, panitia tetap optimistis sektor kerajinan mampu bertahan.

Umi menyinggung pengalaman krisis 1998 sebagai referensi ketahanan sektor UKM. Menurut dia, dalam kondisi sulit sekalipun, pelaku usaha kecil terbukti mampu beradaptasi dan bangkit.

“Kita mencoba agar UKM tidak terpuruk. Seperti 1998, walaupun krisis kita masih bisa bangkit,” ujarnya.

Ia berharap pameran ini dapat menjadi momentum untuk menjaga daya beli sekaligus memperkuat kecintaan terhadap produk dalam negeri.

“Harapannya, produk Indonesia tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Umi.

Previous Post

ASEPHI Bidik Pasar Handmade Dunia Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo