• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Event

Indonesia Melesat ke Posisi Kedua Destinasi Wisata Ramah Muslim Dunia

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
June 20, 2026
in Event, Travel
0
Indonesia Melesat ke Posisi Kedua Destinasi Wisata Ramah Muslim Dunia

Foto: Kementerian Pariwisata

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia kembali mengukuhkan posisinya di peta pariwisata global. Dalam ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026, Indonesia berhasil menempati peringkat kedua sebagai destinasi wisata ramah Muslim terbaik dunia, naik tiga tingkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Penghargaan tersebut diterima Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji yang mewakili Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam acara yang berlangsung di Balestier Ballroom, Aloft Singapore Novena, Singapura, Kamis, 18 Juni 2026.

Kenaikan peringkat itu menjadi salah satu capaian penting bagi sektor pariwisata nasional. Pada pemeringkatan GMTI 2025, Indonesia masih berada di posisi kelima. Setahun kemudian, Indonesia berhasil menembus jajaran teratas destinasi wisata ramah Muslim dunia.

“Indonesia berhasil meraih peringkat kedua sebagai Muslim-Friendly Destination of The Year, meningkat dari posisi kelima pada tahun lalu,” kata Bayu Aji saat menerima penghargaan tersebut.

Menurut Bayu, pencapaian itu menunjukkan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai destinasi yang mampu memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim dari berbagai negara. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada CrescentRating dan Mastercard sebagai penyelenggara GMTI yang selama ini menjadi salah satu rujukan utama dalam mengukur daya saing destinasi wisata ramah Muslim di dunia.

Penilaian dalam GMTI dilakukan menggunakan kerangka ACES, yakni Access, Communication, Environment, dan Services. Melalui pendekatan tersebut, destinasi dinilai dari berbagai aspek yang memengaruhi kenyamanan wisatawan Muslim selama melakukan perjalanan.

Pada aspek akses, indikator yang dinilai meliputi konektivitas transportasi, kemudahan persyaratan visa, serta kualitas infrastruktur pendukung perjalanan. Sementara itu, aspek komunikasi mencakup kemampuan bahasa, promosi destinasi, hingga tingkat pemahaman para pemangku kepentingan terhadap kebutuhan wisatawan Muslim.

Adapun pada aspek lingkungan, penilaian mencakup keamanan, keberlanjutan, utilitas dasar, dan berbagai faktor yang mendukung kenyamanan wisatawan. Sedangkan aspek layanan menitikberatkan pada ketersediaan fasilitas ibadah, pilihan makanan halal, fasilitas ramah Muslim di bandara, akomodasi yang sesuai kebutuhan wisatawan Muslim, hingga pengalaman wisata yang terkait dengan warisan budaya Islam.

Dalam pemeringkatan tahun ini, Indonesia memperoleh skor 79. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi yang pernah diraih Indonesia sejak mengikuti GMTI. Skor itu sekaligus mencerminkan peningkatan kualitas ekosistem pariwisata ramah Muslim yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir.

Pencapaian tersebut tidak datang secara instan. Kementerian Pariwisata dalam beberapa tahun terakhir menjalankan berbagai program untuk memperkuat sektor wisata ramah Muslim. Di antaranya melalui penguatan sertifikasi halal bagi produk usaha mikro dan kecil di desa wisata, pengembangan 15 destinasi wisata ramah Muslim melalui Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 yang bekerja sama dengan Bank Indonesia, hingga penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pengembangan destinasi ramah Muslim.

Pemerintah juga memperkuat promosi destinasi melalui berbagai kanal pemasaran, termasuk platform Indonesia.travel, guna menjangkau pasar wisatawan Muslim internasional yang terus berkembang.

Bayu Aji menilai capaian tahun ini menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di pasar global. Menurut dia, masih terbuka peluang bagi Indonesia untuk kembali merebut posisi puncak yang pernah diraih pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kami optimistis dapat kembali meraih posisi sebagai Muslim-Friendly Destination of The Year pada tahun depan,” ujarnya.

Kenaikan peringkat Indonesia dalam GMTI 2026 menunjukkan bahwa tren wisata halal tidak lagi dipandang sebagai pasar khusus, melainkan telah menjadi bagian penting dari industri pariwisata global. Dengan jumlah wisatawan Muslim dunia yang terus meningkat, persaingan antarnegara dalam menyediakan layanan yang inklusif dan nyaman pun semakin ketat.

Bagi Indonesia, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan internasional. Lebih dari itu, pengakuan tersebut menjadi indikator bahwa upaya membangun destinasi yang ramah, mudah diakses, dan sesuai kebutuhan wisatawan Muslim mulai membuahkan hasil. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi kualitas layanan serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat agar posisi Indonesia semakin kokoh di panggung pariwisata dunia.

Tags: Global Muslim Travel IndexGMTI AwardsMuslim-Friendly Destination of The Yearpariwisata
Previous Post

Oase Seni di Pinggir Kota, DA Gallery Hadirkan Ruang Kontemplasi bagi Penikmat Lukisan

Next Post

Prabowo Dorong Himbara Perkuat Peran Sosial dan Ekonomi, Nilai Pasarnya Tembus Rp1.100 Triliun

Next Post
Prabowo Dorong Himbara Perkuat Peran Sosial dan Ekonomi, Nilai Pasarnya Tembus Rp1.100 Triliun

Prabowo Dorong Himbara Perkuat Peran Sosial dan Ekonomi, Nilai Pasarnya Tembus Rp1.100 Triliun

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo