Tren konsumsi berkelanjutan kian menguat di industri barang konsumen global. Hal ini tercermin dalam program Ethical Style yang kembali dihadirkan dalam trio pameran di Frankfurt, yakni Ambiente, Christmasworld, dan Creativeworld pada 2026.
Program yang memasuki tahun ke-11 ini menjadi panduan bagi pelaku industri dan ritel dalam mengembangkan produk yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial. Tahun ini, sebanyak 335 peserta pameran memperoleh Ethical Style Label, dengan mayoritas berasal dari Ambiente, disusul Christmasworld dan Creativeworld.
Label tersebut diberikan berdasarkan sejumlah kriteria, antara lain penggunaan material ramah lingkungan, proses produksi hemat sumber daya, penerapan kerajinan tradisional, serta kondisi kerja yang adil. Penilaian dilakukan oleh juri independen internasional, dan label berlaku selama tiga tahun.
Sejumlah produk yang terpilih mencerminkan pendekatan baru dalam desain berkelanjutan. Di sektor peralatan makan, perusahaan asal Finlandia, Nature Line, menghadirkan alat makan berbahan biokomposit berbasis serat kayu dan polipropilena terbarukan. Produk ini dinilai tidak berkontribusi pada deforestasi dan tetap memenuhi standar keamanan pangan.
Di kategori produk gaya hidup, merek Jepang Shupatto menghadirkan tas belanja berbahan plastik daur ulang yang dapat dilipat dengan satu tarikan. Desain yang terinspirasi teknik origami tersebut dinilai menggabungkan fungsi praktis dengan pendekatan ramah lingkungan.
Sementara itu, perusahaan Belanda My Flame Lifestyle memproduksi lilin organik berbahan lilin kedelai tanpa GMO sebagai alternatif parafin. Produk ini dinilai menunjukkan transparansi rantai pasok sekaligus penggunaan material terbarukan.
Dari Amerika Latin, perusahaan Peru Textialpaca mengedepankan produksi tekstil berbasis serat alpaka yang dipadukan dengan program pemberdayaan perajin lokal. Inisiatif ini dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan komunitas di wilayah pegunungan Andes.
Pada sektor dekorasi musiman, manufaktur Jerman Marolin Manufaktur mempertahankan teknik tradisional selama lebih dari satu abad dalam memproduksi figur dekoratif berbahan tanah liat. Produk ini dinilai menunjukkan keberlanjutan melalui pelestarian kerajinan lintas generasi.
Sementara di kategori perlengkapan seni, Hahnemühle FineArt menghadirkan kertas berbasis serat tanaman seperti bambu dan rami yang dapat didaur ulang dan diproduksi dengan proses hemat energi.
Program Ethical Style tidak hanya berfungsi sebagai label, tetapi juga alat bantu bagi pelaku ritel untuk mengidentifikasi produk berkelanjutan secara cepat. Di lokasi pameran, label ini ditampilkan langsung di stan peserta, sementara area khusus juga disediakan untuk menampilkan kurasi produk dari ketiga pameran.
Melalui program ini, penyelenggara menegaskan bahwa keberlanjutan tidak lagi menjadi nilai tambah, melainkan bagian utama dalam pengembangan produk. Industri barang konsumen pun dituntut untuk menggabungkan desain, fungsi, dan tanggung jawab lingkungan dalam satu kesatuan.





