Tubuh manusia bukan sekadar entitas fisik. Ia juga merekam identitas, gerak, emosi, dan hubungan individu dengan lingkungan sosialnya. Gagasan itu menjadi landasan pameran tunggal Imaginary Bodies karya Yosep Agus Tomo yang digelar di ARTOTEL Artspace, ARTOTEL Grand Prima Surabaya, pada 12 Oktober 2026.
Dikuratori oleh Frigidanto Agung, pameran ini menghadirkan karya-karya yang mengeksplorasi tubuh melalui bentuk, warna, dan tekstur ekspresif. Setiap karya mengajak pengunjung menelusuri cerita personal sekaligus dinamika sosial yang membentuk kehidupan manusia.
Pameran ini mengajukan pertanyaan mendasar: apa yang dapat diceritakan tubuh tentang dunia yang kita tinggali? Tubuh dipandang sebagai ruang refleksi atas kehadiran diri di tengah lingkungan, sekaligus bagian dari tatanan sosial yang terus bergerak.
Public Relations ARTOTEL Grand Prima Surabaya, Indah Mulya, mengatakan tubuh dapat menjadi sumber pengamatan untuk memahami hubungan manusia dengan lingkungannya. Berbagai gerak dan interaksi yang melekat pada tubuh, menurut dia, turut membentuk konektivitas antarmanusia serta memengaruhi dinamika sosial.
“Melihat tubuh sebagai cara membuat refleksi atas kehadiran diri dalam lingkungan,” kata Indah. Ia menjelaskan, tubuh tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari lingkungan yang memuat beragam gerak kehidupan.
Melalui Imaginary Bodies, pengunjung diajak membangun interpretasi personal terhadap karya-karya yang dipamerkan. Pengalaman tersebut diharapkan membuka perspektif baru dalam memandang tubuh, identitas, dan relasi sosial di sekitar mereka.
“Seni hadir di sekitar kita. Terkadang, yang kita butuhkan hanyalah sudut pandang yang berbeda,” ujar Indah.
Pameran Imaginary Bodies dibuka pada pukul 15.00–17.00 WIB dan berlangsung di ARTOTEL Artspace, lantai UG dan GF, ARTOTEL Grand Prima Surabaya, Jalan Hayam Wuruk Nomor 6, Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur.




