Pameran seni rupa bertajuk Mlethek menghadirkan beragam perspektif, eksplorasi, dan ekspresi artistik dari para kreator muda dalam satu ruang pamer. Melalui karya-karya patung dan lukisan, para seniman Generasi Z menampilkan cara pandang baru yang merefleksikan relasi mereka dengan kehidupan, alam, serta lingkungan melalui bahasa visual yang lebih personal dan estetis.
Pameran dibuka pada Jumat, 24 Juli 2026, pukul 16.00 WIB di Weichert Art Studio, Jalan Margasatwa Barat No. 42, Ragunan, Jakarta Selatan. Acara pembukaan akan dilakukan oleh pendiri Ruangrupa, Ade Darmawan, serta dimeriahkan pertunjukan performance art dari Herlina Syarifudin. Pameran merupakan hasil kolaborasi Kersan Art Foundation dan Sangkasa Gallery, serta terbuka untuk umum pada 25–29 Juli 2026 setiap pukul 10.00–17.00 WIB.
Karya-karya yang dipamerkan memperlihatkan eksplorasi visual khas Generasi Z yang memandang citra sebagai bagian dari pengalaman hidup sehari-hari. Beragam pendekatan ditampilkan, mulai dari representasi figur, profil artistik, hingga lanskap ruang interior maupun eksterior. Penyesuaian karya dengan ruang pamer juga menjadi bagian dari proses kreatif yang memperkuat dialog antara karya, ruang, dan penikmat seni.
Melalui pameran ini, para seniman muda menghadirkan sudut pandang yang personal terhadap alam dan lingkungan. Penggunaan berbagai material memperlihatkan keberanian bereksperimen sekaligus menghadirkan kedalaman estetis yang mencerminkan dinamika zaman.
Founder Kersan Art Foundation, Lenny Ratnasari Weichert, mengatakan pameran ini menjadi ruang bagi Generasi Z untuk mengembangkan gagasan sekaligus membangun keterhubungan antara medium, material, dan pesan yang ingin disampaikan.
“Pameran ini adalah program edukasi untuk Generasi Z. Kami ingin memberi kesempatan estafet seni agar mereka memperoleh manfaat dalam seluruh proses berkarya,” kata Lenny Ratnasari Weichert. (FA)




