Program Studi Teknik Informatika (TI), Jurusan Teknik Informatika dan Komputer (TIK), Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) mengembangkan sistem digital di bidang pengawasan data Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Program tersebut merupakan langkah konkret menuju transformasi digital dalam manajemen data kesehatan di tingkat daerah, dalam hal ini dimanfaatkan oleh Kota Depok.
Hal ini sebagaimana dijelaskan Asep Taufik Muharram selaku Ketua Pengabdian kepada Masyarakat Lektor (PkML) PNJ 2026 menjelaskan selama ini, pelaporan pengawasan data IKL dan SLHS yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Depok masih dilakukan secara manual melalui lembar dokumen pelaporan. Cara ini menyulitkan proses pengelolaan data seperti pengamatan, pemeriksaan, dan penilaian langsung terhadap kondisi fisik dan sanitasi tempat usaha untuk memastikan standar kesehatan terpenuhi. karena tidak tersimpan dalam basis data yang terstruktur.
“Akibatnya, Dinas Kesehatan mengalami kendala dalam melakukan evaluasi, pemetaan penerima edukasi, serta perencanaan program lanjutan yang tepat sasaran,” jelasnya melalui rilis yang diterima Rabu (30/9).
Ditambahkan Asep, sistem informasi monitoring dan evaluasi IKL & SLHS yang dilakukan dengan menjalin kerjasama Dinas Kesehatan Kota Depok tersebut merupakan hasil dana hibah yang berasal dari PNJ. Tim pengabdi dalam hal ini menginisiasi solusi berupa platform digital yang terintegrasi yang tidak hanya memberikan manfaat langsung dalam pengawasan kesehatan lingkungan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa PNJ yang terlibat dalam pengembangan dan penerapan solusi teknologi di dunia nyata.

“Sehingga sistem tersebut dapat dinyatakan penting untuk segera diimplementasikan di lapangan supaya memiliki cakupan pengawasan yang semakin meluas dan dapat diolah menjadi informasi yang bermanfaat bagi semua pemangku kepentingan, serta menjadi bahan masukan bagi pembuat kebijakan,” imbuhnya.
Harapan ke depan, kolaborasi yang dilakukan antara Prodi TI PNJ dengan Dinas Kesehatan tersebut perlu terus dilakukan. Sehingga akselerasi penyelenggaraan kota sehat dapat segera tercapai dengan optimal. Dengan kehadiran sistem informasi tersebut, Kota Depok diharapkan dapat mencapai pengawasan kesehatan lingkungan yang lebih efektif dan efisien, mendukung upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi seluruh warga. Kolaborasi ini bukan hanya sekadar teknologi; ini adalah langkah bersama menuju masa depan yang lebih baik untuk kesehatan masyarakat.
Program ini sejalan dengan visi Dinas Kesehatan Kota Depok dalam mengoptimalkan penerapan sistem informasi kesehatan berbasis teknologi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Melalui SiLingkar, diharapkan tercipta sinergi antara masyarakat dan teknologi menuju pengelolaan data kesehatan yang modern, efektif, dan berkelanjutan. (*)




