Program Studi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengumpulkan data penelitian di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu.
Penelitian ini berjudul Pengembangan AI Immersive Experience Berbasis Interaksi Multimedia untuk Mendukung Promosi Incentive Travel di Pulau Harapan.
Salah satu kegiatan yang berlangsung pada Selasa (20/10) lalu tersebut direkam tim adalah persiapan penanaman terumbu karang di kawasan taman laut Pulau Harapan.
Di atas rakit bambu yang mengapung di tepi dermaga, empat mahasiswa UPW UNJ, yaitu Nindya Alya Ramiza Utomo, Hekmatiar Ar Rantisi, Zakiah Putri Suhardini, dan Azam Alghani, belajar langsung dari pemandu konservasi setempat, Bang Saini dan Bang Rahim.
Mereka belajar cara membuat media tanam karang, mulai dari mencampur adukan semen, memasang pipa kecil sebagai tempat bibit, sampai menyiapkan bibit karang sebelum media diturunkan ke dasar laut.
Ketua tim peneliti dan dosen Prodi Usaha Perjalanan Wisata Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ, Yosi Erfinda, mengatakan bahwa dokumentasi proses seperti ini dilakukan dengan sengaja karena memiliki nilai cerita yang signifikan untuk mendorong pariwisata.
“Selama bertahun-tahun, promosi Pulau Harapan sebagian besar menampilkan pemandangan laut. Meskipun ada banyak hal yang menarik untuk dilakukan, salah satunya adalah menanam terumbu karang bersama komunitas setempat. Itu yang ingin kami tunjukkan kepada wisatawan potensial,” ujarnya melalui rilis yang diterima Senin (2/11).
Nanti, lanjut Yosi, rekaman video dan foto kegiatan ini akan diubah menjadi media promosi AR dan virtual. Wisatawan memiliki kesempatan untuk melihat dan mencoba berbagai kegiatan di Pulau Harapan secara interaktif melalui media sebelum benar-benar melakukan perjalanan.
Pasar incentive travel yang diberikan perusahaan sebagai penghargaan kepada karyawannya adalah sasaran utama media promosi ini. “Banyak perusahaan saat ini mencari aktivitas yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga memberi manfaat,” imbuhnya.
Menanam karang adalah kegiatan kelompok yang bagus. Di sini terdapat unsur kerja sama tim, ada edukasi, dan karyawan yang pulang membawa cerita bahwa mereka berpartisipasi dalam menjaga laut.
Kegiatan ini memberi mahasiswa yang ikut ke lapangan kesempatan untuk belajar secara langsung. Selain membantu merekam gambar dan video, mereka juga melihat bagaimana kegiatan sehari-hari penduduk, seperti menanam karang, dapat diubah menjadi paket wisata yang menarik.
Selama pengambilan gambar, tim peneliti juga melibatkan pemandu lokal yang sehari-hari merawat terumbu karang di perairan Pulau Harapan.
“Merekalah yang paling memahami kondisi laut di sekitar pulau dan sudah lama menjalankan kegiatan konservasi di sana,” tuturnya.
Seperti diketahui, penelitian yang dilakukan Program Studi UPW Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ bertujuan untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 11 tentang permukiman dan kota yang berkelanjutan.
Diharapkan promosi wisata yang mengutamakan kegiatan konservasi akan menarik wisatawan lebih peduli lingkungan. Kunjungan tersebut sekaligus diharapkan memberi tambahan penghasilan bagi warga Pulau Harapan (*).





