Kementerian Perindustrian memperkuat upaya pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) nasional melalui kerja sama strategis dengan jaringan ritel modern MR.DIY. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas akses pasar, memperkuat rantai distribusi, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar domestik maupun global.
Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian dengan PT Daya Intiguna Yasa Tbk selaku pengelola MR.DIY di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kemitraan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri nasional di tengah tantangan ekonomi global.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan ekosistem pemasaran yang lebih kuat agar produk IKM Indonesia semakin kompetitif, memiliki akses distribusi yang lebih luas, dan mampu menjangkau pasar yang lebih besar,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.
Menurut Agus, sektor industri manufaktur nasional masih menunjukkan performa positif. Pada triwulan I 2026, industri pengolahan tumbuh sebesar 5,04 persen dan berkontribusi 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
“Capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor industri manufaktur tetap menjadi penopang utama perekonomian nasional,” katanya.
Selain itu, tingkat optimisme pelaku industri dinilai tetap terjaga. Hal tersebut tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) April 2026 yang berada di level ekspansif sebesar 51,75.
Agus menilai kondisi global yang dipengaruhi tekanan geopolitik dan krisis energi membuat penguatan pasar domestik menjadi semakin penting. Karena itu, penggunaan produk dalam negeri dinilai harus terus diperluas, terutama untuk menopang pertumbuhan sektor IKM.
“Kondisi ini menunjukkan pentingnya memperkuat pasar domestik dan meningkatkan penggunaan produk dalam negeri sebagai fondasi utama memperkuat daya saing industri nasional, khususnya sektor IKM,” ujarnya.
Nota kesepahaman ditandatangani Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita bersama Direktur PT Daya Intiguna Yasa Tbk Rika Juniaty Tanzil. Kerja sama selama dua tahun itu mencakup pertukaran data dan informasi, fasilitasi promosi, pengembangan jejaring kemitraan, hingga pendampingan pemasaran produk IKM.
Komoditas yang masuk dalam kerja sama meliputi perlengkapan rumah tangga, elektronik, alat tulis kantor, perlengkapan olahraga, aksesori kendaraan, produk kerajinan, perkakas, kosmetik, mainan, hingga perlengkapan komputer dan telepon seluler.
Reni mengatakan IKM memiliki posisi strategis dalam struktur industri nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2025, jumlah IKM di Indonesia mencapai 4,43 juta unit usaha atau sekitar 99,79 persen dari total industri nasional.
“Pada triwulan I tahun 2026, IKM memberikan kontribusi sebesar 21,71 persen terhadap output industri nasional dan menyerap lebih dari 13 juta tenaga kerja. Artinya, penguatan IKM sama dengan memperkuat fondasi ekonomi bangsa,” ujar Reni.
Menurut dia, implementasi Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) tidak hanya perlu didorong melalui belanja pemerintah, tetapi juga melalui peningkatan kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk lokal.
“Program P3DN dapat menjadi penggerak nasionalisme ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing produk IKM Indonesia, baik di pasar domestik maupun global,” katanya.
Reni berharap semakin banyak produk IKM binaan Kemenperin yang dapat masuk ke rantai pasok MR.DIY dengan kualitas yang kompetitif dan inovatif.
“Kehadiran MR.DIY sebagai mitra ritel modern nasional menjadi peluang besar bagi IKM untuk memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur PT Daya Intiguna Yasa Tbk Rika Juniaty Tanzil mengatakan kerja sama tersebut sejalan dengan komitmen MR.DIY dalam mendukung pemberdayaan pelaku usaha lokal.
“Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung pemberdayaan pelaku usaha lokal serta pengembangan produk lokal berkualitas,” kata Rika.
Ia menyebut saat ini hampir 300 pemasok lokal, termasuk pelaku IKM, telah menjadi bagian dari jaringan pemasok MR.DIY yang tersebar di 37 provinsi di Indonesia.
Menurut Rika, pengembangan usaha lokal tidak cukup hanya melalui perluasan akses pasar, tetapi juga membutuhkan pendampingan dan peningkatan kapasitas produksi secara berkelanjutan.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat membantu lebih banyak produk lokal berkualitas menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan daya saing industri nasional, serta menciptakan ekosistem kemitraan yang positif antara pemerintah, sektor swasta, dan pelaku usaha lokal,” ujarnya.
Sekretaris Ditjen IKMA Yedi Sabaryadi menambahkan pemerintah akan menyiapkan sejumlah program lanjutan seperti kurasi produk, peningkatan standardisasi, pendampingan desain dan kemasan, penguatan kapasitas produksi, hingga fasilitasi business matching bagi pelaku IKM.
Selain itu, Ditjen IKMA bersama MR.DIY juga akan melakukan evaluasi berkala untuk memastikan keberlanjutan pengembangan pasar produk IKM nasional.





