Kementerian Perindustrian terus memperluas akses pasar internasional bagi industri kecil dan menengah (IKM) nasional melalui partisipasi dalam berbagai pameran global. Salah satu upaya tersebut dilakukan lewat keikutsertaan IKM kriya binaan Kementerian Perindustrian dalam ajang Home InStyle 2026 yang berlangsung di Hong Kong Convention and Exhibition Centre pada 27–30 April 2026.
Partisipasi tersebut menghasilkan berbagai peluang kerja sama bisnis dengan buyer dan investor dari sejumlah negara, mulai dari Hong Kong, Jepang, Filipina, Tiongkok, Abu Dhabi, hingga Amerika Serikat.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan keberhasilan pelaku IKM menembus pasar internasional menunjukkan produk kriya Indonesia memiliki daya saing tinggi dan semakin diminati konsumen global.
“Ini merupakan suatu kebanggaan setiap kali Kemenperin memfasilitasi IKM dalam pameran internasional bergengsi, lalu membawa oleh-oleh berupa kontrak kerja sama dan jejaring pasar baru. Produk kerajinan IKM Indonesia memang layak bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Agus Gumiwang dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK), Kementerian Perindustrian memfasilitasi tiga IKM alumni program Creative Business Incubator (CBI), yakni Manamu dengan produk tenun kawat khas budaya Sumba, Kampoeng Anyaman dengan produk anyaman pandan, serta Koto Batu yang memproduksi perhiasan berbahan batu alam dan batu mulia.
Dalam pameran tersebut, karya desain Elora milik Koto Batu berhasil meraih penghargaan Best of Show Award dalam European Product Design Award x HKTDC Home InStyle 2026.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Reni Yanita mengatakan produk anyaman pandan dari Kampoeng Anyaman mendapat perhatian besar dari buyer internasional, terutama dari Hong Kong, Jepang, Amerika Serikat, Abu Dhabi, dan Tiongkok.
“Dari pertemuan tersebut, Kampoeng Anyaman memperoleh beberapa potensi tindak lanjut, di antaranya permintaan sampel produk dari buyer asal Amerika Serikat dan Abu Dhabi dengan potensi nilai kerja sama hingga Rp340 juta,” ujar Reni.
Menurut dia, buyer dari Abu Dhabi juga telah menjalin komunikasi lanjutan untuk penjajakan kerja sama dan peluang business matching berikutnya.
Selain itu, produk kerajinan tenun kawat milik Manamu turut menarik minat buyer dari Filipina, Selandia Baru, dan Hong Kong. Para calon pembeli tersebut mulai menjajaki kerja sama distribusi serta peluang pemasaran produk perhiasan di sejumlah toko di Hong Kong.
Reni menilai partisipasi Indonesia dalam Home InStyle 2026 menjadi momentum strategis karena Hong Kong merupakan salah satu pusat perdagangan internasional untuk industri gaya hidup, desain, dan kreatif. Pameran yang diselenggarakan Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) itu dihadiri lebih dari 95 ribu buyer dari 134 negara dan wilayah.
“Kehadiran buyer global ini menjadi peluang strategis bagi para peserta pameran, terutama IKM kita, untuk melakukan riset pasar, menjajaki kerja sama bisnis, serta membuka peluang ekspor ke berbagai negara,” kata Reni.
Survei HKTDC terhadap 1.541 exhibitor dan buyer selama penyelenggaraan Home InStyle, Gifts & Premium Fair, dan Fashion InStyle menunjukkan prospek industri kerajinan global masih cukup menjanjikan. Sebanyak 49 persen responden memproyeksikan peningkatan penjualan dalam satu hingga dua tahun mendatang, sementara 44,6 persen memperkirakan kondisi bisnis tetap stabil.
Kawasan ASEAN disebut menjadi wilayah dengan prospek pertumbuhan penjualan paling menjanjikan dalam dua tahun ke depan, disusul Taiwan, India, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Kepala BPIFK Dickie Sulistya Aprilyanto mengatakan selama pameran berlangsung, para pelaku IKM tidak hanya mengikuti product showcase, tetapi juga aktif mengikuti seminar industri, workshop, dan networking session bersama buyer internasional.
“Mereka berinteraksi langsung dengan buyer potensial untuk membuka peluang kerja sama bisnis dan memperluas jejaring pemasaran internasional produk Indonesia,” ujar Dickie.
Menurut dia, fasilitasi pameran internasional menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat promosi, pemasaran, dan pengembangan jejaring global bagi IKM kriya nasional. Pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas desain, inovasi produk, pengembangan SDM, serta transformasi industri kreatif agar produk Indonesia semakin kompetitif di pasar global.
“BPIFK akan terus mendampingi IKM kriya dan fesyen melalui inkubator bisnis, peningkatan kemitraan, kualitas desain, transformasi industri, serta dukungan promosi internasional demi memperkuat posisi produk Indonesia di mata dunia,” kata Dickie.





