Memulai bisnis kriya dari titik nol sering kali menjadi fase paling menantang bagi para pengusaha pemula. Menjawab kendala tersebut, Inacraft October 2026 tidak hanya hadir sebagai ajang pameran dagang, tetapi juga sebagai ruang edukasi lewat penyelenggaraan sesi Craftalk, Jumat (9/10/2026).
Mengangkat tema diskusi “Start Small, Dream Big: Building Your Craft Business from Zero”, sesi yang digagas oleh BPP ASEPHI bersama Bank Mandiri ini memberikan panduan strategis bagi para perintis usaha.
Menghadirkan desainer legendaris Anne Avantie, pengusaha Syamsul Huda, Waketum I BPP ASEPHI Baby Jurmawati, serta Senior Manager Bank Mandiri Yolanda Amelia, forum ini membedah tuntas fondasi merintis bisnis.
Desainer Anne Avantie membuka diskusi dengan mematahkan keraguan pelaku usaha yang kerap merasa terkendala latar belakang pendidikan formal. Ia membagikan pengalamannya membangun nama besar meski tanpa ijazah tinggi. Menurut Anne, modal uang memang penting sebagai garda terdepan, tetapi hal itu bukanlah segalanya.
“Banyak yang punya booth besar, mobil bagus, tapi tujuannya berbeda. Bagi saya, modal bukan hanya uang yang dikucurkan oleh bank. Yang menjadikan Anda bertahan hingga hari ini bukanlah semata barang dagangannya, tetapi karakter manusianya,” tegas Anne Avantie.
Kekuatan karakter tersebut terbukti nyata lewat kisah Syamsul Huda. Berawal dari modal nekat menyewa separuh stan di Inacraft tahun 2000, ia sukses menembus pasar ekspor.
Huda menceritakan bagaimana usahanya selamat dari hantaman krisis moneter 1998, krisis global 2010, hingga pandemi tanpa harus memberhentikan 400 karyawannya. Rahasianya terletak pada kekuatan jejaring yang ia bangun melalui asosiasi.
Menyambung pentingnya jejaring, Baby Jurmawati menjelaskan bahwa organisasi hadir untuk mengisi celah yang tidak bisa dibeli dengan modal finansial, yakni peluang (opportunity).
Ia memaparkan berbagai fasilitas yang diberikan ASEPHI kepada anggotanya, mulai dari ajang apresiasi Inacraft Award, promosi ke luar negeri, hingga yang terbaru adalah kerja sama riset produk inovatif dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“ASEPHI memang tidak memberikan modal uang, tetapi kami mencarikan mitra dan memberikan kesempatan. Lewat penghargaan dan relasi organisasi, banyak anggota pemula yang kini sukses melangkah ke pasar internasional,” jelas Baby.
Di sisi lain, sesi ini juga menjawab tuntas keluhan UMKM yang kerap merasa takut menghadapi syarat perbankan yang dianggap rumit. Menanggapi keresahan tersebut, Senior Manager Bank Mandiri Yolanda Amelia memaparkan bahwa perbankan kini hadir jauh lebih merakyat.
Selain menawarkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Usaha Mikro (KUM), Mandiri mempermudah proses pengajuan lewat Mandiri Agen.
“Pelaku UMKM kini tidak perlu segan datang ke cabang. Lewat Mandiri Agen yang bisa berupa warung kelontong atau bahkan Ketua RT di lingkungan sekitar, proses pengajuan modal maupun transaksi bisa langsung dibantu,” ungkap Yolanda.
Melalui sinergi lintas sektor ini, sesi Craftalk di Inacraft 2026 memberikan pemahaman utuh bagi para peserta pameran dan pengrajin lokal.
Bahwa untuk mewujudkan impian yang besar, tidak perlu ragu memulai dari langkah kecil, asalkan didukung oleh karakter yang kuat, jaringan asosiasi yang tepat, dan literasi keuangan yang baik. (Disya Shaliha)





