Trade Facilitation Office Canada (TFO Canada) mendorong penguatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia untuk menembus pasar Kanada. Melalui program Trade Circle, lembaga itu akan memberikan pelatihan ekspor, pendampingan bisnis, riset pasar, serta mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli.
Program tersebut diperkenalkan dalam lokakarya bertajuk Trade for Resilient Inclusive and Sustainable Economic Growth di Jakarta, Selasa (3/11/2026). Direktur Program TFO Canada, Zakiullah (Zaki) Munshi, mengatakan penguatan ekonomi perempuan dan kelompok yang kurang terwakili menjadi bagian penting dari perdagangan dan pembangunan.
Menurut Zaki, akses terhadap informasi pasar, pelatihan ekspor, keahlian teknis, dan jaringan bisnis membantu pelaku usaha menyesuaikan produk dengan kebutuhan pembeli serta memperluas pasar. Dukungan itu juga berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Pemberdayaan ekonomi, terutama bagi perempuan dan kelompok yang kurang terwakili, bukan sesuatu yang terpisah dari perdagangan dan pembangunan. Pemberdayaan itu justru menjadi bagian utama,” kata Zaki.
Ia mengatakan perdagangan inklusif membutuhkan dukungan lembaga lokal yang memahami kondisi dan peluang ekonomi masing-masing daerah. TFO Canada bekerja bersama institusi pendukung perdagangan serta mitra pemerintah dan swasta di Indonesia untuk memperkuat layanan bagi eksportir.
Pendekatan tersebut, menurut Zaki, diperlukan agar pendampingan kepada pelaku usaha perempuan dapat berlanjut meski suatu proyek telah selesai. Penguatan kapasitas lembaga lokal menjadi salah satu cara menjaga keberlanjutan dukungan ekspor.
Zaki juga menekankan kesiapan usaha sebagai syarat penting memasuki pasar internasional. Pelaku UMKM perlu memahami preferensi konsumen, pilihan pembiayaan, logistik, standar produk, persyaratan keberlanjutan, dan hubungan dengan pembeli.
“Ekspor bukan hanya soal ambisi, tetapi juga kesiapan,” ujarnya.
Melalui Trade Circle, TFO Canada akan menyediakan pelatihan, pendampingan, riset pasar, koneksi antarpelaku usaha (business-to-business atau B2B), serta berbagi pengetahuan. Program ini diarahkan untuk membantu UMKM, khususnya yang dimiliki atau dipimpin perempuan dan kelompok yang kurang terwakili, merespons peluang nyata di pasar Kanada.
Zaki mengatakan program tersebut juga membuka peluang bagi perusahaan Kanada untuk mengenal jaringan usaha Indonesia yang telah dikurasi. Perusahaan Kanada diharapkan dapat menjajaki diversifikasi sumber pasokan, perdagangan yang bertanggung jawab, serta membangun hubungan langsung dengan mitra bisnis di Indonesia.
Menurut dia, hubungan tersebut dapat membuka peluang kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan antara Indonesia dan sektor bisnis Kanada.
Zaki menegaskan Trade Circle merupakan awal dari kerja sama yang membutuhkan keterlibatan berkelanjutan dari seluruh mitra. TFO Canada bersama Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DGNED) dan lembaga terkait berkomitmen menjalankan program dengan mengedepankan kualitas, transparansi, dan manfaat bagi pelaku usaha.
“Ini baru permulaan. Pekerjaan sesungguhnya dimulai sekarang,” kata Zaki.
Ia berharap kolaborasi tersebut memperkuat kemampuan UMKM Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pasar Kanada sekaligus membangun hubungan perdagangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.




