Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai komunitas memiliki peran penting dalam menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia. Komunitas menjadi ruang bagi kreator, penggemar, dan pelaku industri untuk bertemu, bertukar gagasan, sekaligus membuka peluang kolaborasi.
Hal itu disampaikan Irene saat menghadiri Pes7a Warga Duniaku yang digelar Duniaku.com di M Bloc Space, Jakarta, Ahad, 27 September 2026. Acara tersebut mempertemukan penggemar, kreator, dan pelaku industri budaya populer, terutama dari subsektor gim, komik, dan konten digital.
“Komunitas itu adalah sebuah fondasi yang penting. Dari komunitas, banyak hal bisa tumbuh, baik dalam dunia gim, industri esports, maupun berbagai subsektor kreatif lainnya,” kata Irene.
Menurut Irene, komunitas juga dapat menjadi ruang untuk mempertemukan kreativitas dan teknologi. Interaksi yang berkelanjutan antara kreator, investor, pelaku industri, dan masyarakat dinilai dapat memperluas peluang pengembangan karya kreatif, termasuk gim, komik, dan kekayaan intelektual digital.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita melihat bagaimana kreativitas, teknologi, dan komunitas dapat bertemu dalam satu ruang yang sama,” ujarnya.
Pes7a Warga Duniaku mengusung tema One Place for Every Warga Duniaku. Perhelatan tersebut menghadirkan berbagai aktivitas interaktif dan pengalaman imersif bagi penggemar budaya populer. Acara ini sekaligus menjadi ruang bagi talenta muda untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.
Editor in Chief IDN Times yang menaungi Duniaku.com, Uni Lubis, mengatakan komunitas dan kreativitas merupakan bagian dari perkembangan industri ekonomi kreatif. Menurut dia, pertumbuhan komik, gim, dan berbagai karya kreatif lain semakin ditopang oleh perkembangan teknologi.
“Banyak perkembangan yang terjadi, mulai dari komik, gim, hingga berbagai karya kreatif lainnya yang terus bertumbuh dan mendapat dukungan dari teknologi,” kata Uni.
Uni mengatakan penyelenggaraan Pes7a Warga Duniaku melibatkan komunitas, asosiasi, dan mitra industri. Kolaborasi tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya membangun ruang bagi perkembangan budaya populer Indonesia.
Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong penguatan ruang kreatif yang mempertemukan talenta, pelaku industri, komunitas, dan masyarakat. Ruang interaksi semacam itu diharapkan dapat mendorong karya kreatif Indonesia memiliki nilai tambah dan memperluas jangkauan pasar.





