• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Business

KUR Dorong UMKM Naik Kelas, Penyaluran Tembus Rp262,4 Triliun

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
October 31, 2026
in Business, Ekonomi dan Bisnis, Finance & Banking
0
KUR Dorong UMKM Naik Kelas, Penyaluran Tembus Rp262,4 Triliun
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman menegaskan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tidak sekadar menjadi instrumen penyaluran kredit, tetapi juga sarana meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas usaha UMKM. Pemerintah, kata dia, perlu memastikan pembiayaan mendorong pelaku usaha tumbuh dan naik kelas.

Pernyataan itu disampaikan Maman dalam International Fora for Kredit Program Pemerintah, bagian dari Festival Kredit Program Pemerintah dan Seminar Internasional di Bali, Kamis, 29 Oktober 2026.

Hingga 26 Oktober 2026, penyaluran KUR mencapai Rp 262,4 triliun kepada lebih dari 4 juta debitur. Sebanyak 1,62 juta di antaranya merupakan debitur baru, atau 118 persen dari target. Adapun 706 ribu debitur telah naik kelas, setara 64 persen dari target.

Maman mengatakan capaian tersebut menunjukkan perluasan akses pembiayaan bagi UMKM. Namun, keberhasilan program tidak cukup diukur dari besarnya kredit yang tersalurkan. Dampaknya terhadap produktivitas, perluasan usaha, dan penciptaan lapangan kerja juga perlu menjadi tolok ukur.

“Keberhasilan program pembiayaan pemerintah harus dilihat dari seberapa besar manfaatnya bagi pengusaha UMKM, terutama dalam meningkatkan produktivitas, memperluas usaha, dan menciptakan lapangan kerja,” kata Maman.

UMKM menjadi sektor penting karena mendominasi struktur usaha nasional. Saat ini terdapat sekitar 57 juta unit UMKM, atau 99 persen dari seluruh unit usaha di Indonesia. Sektor ini menyumbang sekitar 61 persen terhadap produk domestik bruto dan menyerap 97 persen tenaga kerja nasional.

Meski memiliki peran besar, akses UMKM terhadap pembiayaan formal masih terbatas. Hingga Juni 2026, kredit UMKM baru mencapai sekitar 16,7 persen dari total kredit perbankan nasional. Pemerintah menargetkan porsinya meningkat menjadi 25 persen pada 2029, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029.

Maman menyebut persoalan pencatatan keuangan, legalitas usaha, dan literasi keuangan menjadi kendala bagi sebagian pelaku UMKM untuk memperoleh pembiayaan. Di sisi lain, lembaga keuangan kesulitan mendapatkan data usaha yang akurat dan menilai kelayakan calon debitur.

Karena itu, menurut Maman, memperluas akses kredit perlu disertai pendampingan. Pengusaha harus mampu mengelola pembiayaan agar modal yang diperoleh benar-benar mendukung pengembangan usaha.

Pemerintah membangun skema pembiayaan berjenjang untuk menjawab kebutuhan tersebut. Pembiayaan ultra mikro melalui PNM Mekaar dan UMi menjadi tahap awal, sebelum pelaku usaha mengakses KUR dan kemudian pembiayaan komersial secara mandiri.

Pemerintah juga memberikan perhatian kepada perempuan dari keluarga prasejahtera melalui Kredit Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera (KPPS). Skema ini menyediakan plafon hingga Rp 15 juta per penerima, dengan suku bunga tetap 8 persen per tahun dan tanpa persyaratan agunan tambahan.

Selain pembiayaan, Kementerian UMKM mengintegrasikan layanan pemberdayaan melalui platform SAPA UMKM. Platform ini menghubungkan layanan legalitas, sertifikasi, peningkatan kapasitas, digitalisasi, pembiayaan, hingga akses pasar dalam satu pintu.

Pendampingan juga dilakukan melalui program Langkah Akselerasi Kapasitas Usaha Mikro Inklusif (LAKSMI) bagi pengusaha mikro perempuan. Adapun Bursa Wirausaha Unggulan ditujukan untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan peluang pembiayaan dan kemitraan.

Maman menilai sinergi pemerintah, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan menjadi kunci membangun sistem pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan. Perluasan kredit, menurut dia, harus berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan pelaku usaha mengelola bisnis.

“Harapannya, akses pembiayaan yang semakin luas dapat diikuti dengan peningkatan kapasitas usaha, sehingga semakin banyak pengusaha UMKM yang tumbuh, naik kelas, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Maman.

Tags: International Fora for Kredit Program PemerintahKredit Usaha RakyatkurLAKSMIMaman AbdurrahmanPNMRencana Pembangunan Jangka Menengah Nasionalumkm
Previous Post

#Ngupi Virtual Bareng ASEPHI: ASEPHI Banten Bahas Tantangan UMKM, dari Ekspor hingga Regenerasi Perajin

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo