• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft Yogyakarta 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Business

Pemerintah Pastikan Industri Tekstil Nasional Tetap Terkendali di Tengah Dinamika Global

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
April 21, 2026
in Business, Cover Story, Ekonomi dan Bisnis, Focus ASEPHI
0
Pemerintah Pastikan Industri Tekstil Nasional Tetap Terkendali di Tengah Dinamika Global
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah memastikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional tetap berada dalam kondisi terkendali di tengah tekanan dinamika global yang memengaruhi harga dan pasokan bahan baku. Melalui Direktorat Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian, pemantauan dilakukan secara intensif untuk menjaga kelangsungan produksi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan fluktuasi harga bahan baku global menjadi tantangan utama yang saat ini dihadapi pelaku industri. “Kami terus mencermati pergerakan harga global dan memperkuat koordinasi untuk menjaga ketersediaan bahan baku serta kelancaran rantai pasok,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 21 April.

Dalam rapat koordinasi bersama asosiasi dan pelaku usaha, pemerintah mengidentifikasi kenaikan harga bahan baku berbasis energi sebagai sumber tekanan terbesar. Harga paraxylene (PX), misalnya, tercatat meningkat sekitar 40 persen mengikuti tren internasional. Sementara itu, pasokan monoethylene glycol (MEG) masih relatif aman hingga April, meski periode selanjutnya tetap dalam pengawasan.

Kenaikan harga tersebut berdampak langsung pada struktur biaya produksi dari hulu hingga hilir. Biaya bahan baku yang meningkat memicu penyesuaian harga kain, produk antara, hingga komponen pendukung seperti kemasan berbasis plastik. Dalam beberapa kasus, dinamika pasar global juga memengaruhi aktivitas ekspor, termasuk terjadinya retur barang.

Meski demikian, pelaku industri dinilai mampu beradaptasi. Strategi pengelolaan stok, penyesuaian pengadaan bahan baku, serta koordinasi dengan pemasok menjadi langkah yang ditempuh untuk menjaga keberlangsungan produksi. Permintaan domestik masih bergerak, sementara peluang ekspor tetap terbuka seiring perubahan kondisi di negara pesaing.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Rizky Aditya Wijaya menilai penggunaan serat rayon sebagai bahan baku berbasis sumber daya dalam negeri menjadi salah satu penopang penting. “Rayon memberi alternatif yang kompetitif di tengah tekanan bahan baku petrokimia seperti polyester, sekaligus memperkuat kemandirian industri,” kata dia.

Menurut Rizky, sinergi antara serat alam dan sintetis menjadi bagian dari strategi adaptasi industri nasional dalam menjaga keberlanjutan produksi. Namun, ia mengakui sejumlah subsektor masih membutuhkan perhatian, terutama industri yang bergantung pada bahan baku spesifik tanpa substitusi, seperti produk hygiene.

Pemerintah memandang situasi saat ini sebagai fase krusial untuk memetakan risiko lanjutan. Langkah antisipatif dilakukan melalui identifikasi bahan baku kritikal serta penguatan sistem pemantauan berbasis data.

Kementerian Perindustrian tengah menyiapkan sistem monitoring terpadu untuk analisis real-time, sekaligus mengkaji berbagai opsi kebijakan, seperti insentif fiskal untuk bahan baku strategis, efisiensi energi, dan penyesuaian kebijakan perdagangan.

Sinkronisasi kebijakan lintas sektor mulai dari tarif, fasilitas fiskal, energi, hingga perdagangan juga ditekankan guna menjaga keseimbangan rantai nilai industri dari hulu ke hilir.

Agus optimistis industri TPT nasional memiliki fondasi kuat untuk bertahan. “Dengan langkah antisipatif yang terukur dan kolaborasi yang erat, industri ini akan tetap tumbuh dan semakin resilien,” ujarnya.

Tags: Agus Gumiwang KartasasmitaKementerian Perindustriantekstil
Previous Post

Peringatan KAA ke-71 di Bandung, Pemerintah Dorong Budaya sebagai Instrumen Perdamaian

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

smile haartransplantation kosten istanbul

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo